BREAKING Kamis, 18 Jun 2026 14:28 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Kamis, 18 Jun 2026 12:56 WIB

Pertumbuhan Dana Kelolaan Sucor AM Capai Rp 47,22 Triliun, Jumlah Investor Aktif Melebihi 900 Ribu

18 Jun 2026, 12:56 WIB 2x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
N
Nadia Stevani Putri 2x dibaca · 2 menit baca
Foto: Dok Republika
Foto: Dok Republika

Industri reksa dana Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang baik di tengah dinamika pasar keuangan pada tahun 2026. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp 685,76 triliun pada akhir Mei 2026. Angka ini menunjukkan bahwa industri reksa dana mampu mengalami pertumbuhan meskipun dihadapkan pada tekanan pasar.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) melaporkan pertumbuhan positif baik dari sisi dana kelolaan maupun jumlah investor selama kuartal pertama tahun 2026. Hingga akhir kuartal tersebut, total dana kelolaan (asset under management/AUM) Sucor AM tercatat mencapai Rp 47,22 triliun. Selain itu, jumlah investor aktif Sucor AM juga mengalami peningkatan, melampaui 900 ribu investor. Capaian ini menempatkan Sucor AM sebagai salah satu manajer investasi dengan basis investor ritel terbesar di Indonesia.

Pendorong Pertumbuhan Sucor AM

Direktur Investasi Sucor AM, Dimas Yusuf, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya literasi keuangan masyarakat, program investasi yang dilakukan secara rutin, serta perluasan jaringan distribusi. "Peningkatan literasi keuangan, program investasi secara rutin, serta ekspansi jaringan distribusi menjadi pendorong utama pertumbuhan AUM dan investor Sucor AM pada kuartal I 2026," ungkap Dimas dalam keterangannya.

Kinerja Produk Reksa Dana

Dari segi produk, reksa dana pasar uang menjadi salah satu kontributor utama dalam kinerja perusahaan. Di tengah situasi pasar yang membuat banyak investor cenderung bersikap wait and see, produk pasar uang tetap menarik karena menawarkan profil risiko dan volatilitas yang lebih rendah, serta menjaga likuiditas bagi investor. "Produk Sucorinvest Money Market Fund (SMMF) mampu mencatatkan kinerja 4,78 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan Sucorinvest Sharia Money Market Fund (SSMMF) membukukan kinerja 4,47 persen yoy per 8 Juni 2026. Tingginya minat investor terhadap SSMMF juga terlihat dari antusiasme pasar yang sempat membuat produk ini sold out, sehingga kami melakukan penambahan unit penyertaan untuk mengakomodasi kebutuhan investor," jelas Dimas.