Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan penting kepada Sudaryono setelah penunjukannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Amran menekankan perlunya penerapan sistem merit dalam pengelolaan BGN untuk memastikan lembaga ini dapat berfungsi secara profesional.
Amran percaya bahwa penerapan meritokrasi akan menjadi dasar yang kuat bagi BGN dalam menjalankan tugasnya, termasuk dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia optimis Sudaryono mampu memenuhi tanggung jawab tersebut.
Penerapan Sistem Merit
“Pesan saya satu ke beliau, bagaimana sistem merit diterapkan di BGN. Meritokrasi,” ungkap Amran kepada wartawan di Jakarta pada Senin (27/7/2026). Ia menilai Sudaryono memiliki kemampuan yang mumpuni untuk memimpin BGN, menyebutnya sebagai sosok yang hebat, cerdas, pekerja keras, serta masih muda dan enerjik.
Perbaikan Mekanisme Pengadaan
Selain memberikan pesan mengenai tata kelola, Amran juga mengungkapkan bahwa BGN telah sepakat untuk melakukan perbaikan dalam mekanisme pengadaan ayam dan telur untuk program MBG. Rencana ini mencakup pembelian langsung dari peternak untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga harga di tingkat produsen.
Sebelumnya, Sudaryono mengungkapkan bahwa penunjukan sebagai Kepala BGN merupakan amanah besar dari Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menerima informasi tentang penunjukannya melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan menyatakan bahwa Menteri Sekretaris Negara telah mengumumkan penunjukan tersebut secara resmi.
“Yang saya janjikan, saya kerja dengan sebaik-baiknya, kerja keras dengan sebaik-baiknya itu saja,” kata Sudaryono kepada wartawan di Jakarta pada Rabu (22/7/2026). Ia menyadari bahwa jabatan ini membawa tanggung jawab besar, terutama dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo. Program ini telah disiapkan sejak masa kampanye dan kini mulai dilaksanakan oleh pemerintah.