MUSI RAWAS, Sumatera Selatan - Warga Kabupaten Musi Rawas kembali dihadapkan pada ancaman serangan beruang. Seorang petani bernama Yatni (55) yang tinggal di Desa Air Beliti, Dusun V, Kecamatan Tuah Negeri, menjadi korban serangan beruang saat sedang bekerja di kebunnya pada pukul 08.00 WIB.
Yatni berhasil menyelamatkan diri dengan berpura-pura mati, berbaring telungkup di rerumputan. Meskipun demikian, ia mengalami luka robek di bagian pinggang atas dan paha kanan akibat cakaran beruang. Kepala Dusun V, Misno Atmoko, menjelaskan bahwa saat itu Yatni sedang menyemprot rumput liar di kebun karetnya yang terletak cukup jauh dari pemukiman. Tiba-tiba, beruang muncul dan langsung menyerangnya.
Strategi Bertahan Hidup
Misno menyatakan, "Setelah diserang beruang, korban langsung menjatuhkan diri dan telungkup berpura-pura mati." Beruang itu sempat mendekati Yatni, namun ia tetap diam hingga beruang tersebut pergi meninggalkannya. Setelah situasi aman, Yatni berdiri dan meminta pertolongan, yang didengar oleh warga yang sedang bekerja tidak jauh dari lokasi kejadian.
Warga kemudian membawa Yatni ke rumah sebelum membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. "Luka korban tidak terlalu parah. Saat diserang, korban pura-pura mati dengan telungkup. Serangan beruang banyak mengenai tangki semprot yang ada di punggungnya," tambah Misno.
Sejarah Serangan Beruang di Wilayah Tersebut
Misno juga mengungkapkan bahwa insiden ini bukanlah yang pertama kali terjadi di daerah tersebut. Sekitar setahun yang lalu, serangan serupa juga menimpa warga di dusun lain dalam desa yang sama. "Sebelumnya sudah pernah terjadi sekitar setahun lalu. Korbannya mengalami cacat permanen pada mata dan sekarang tidak bisa melihat," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Muara Kelingi, Iptu Nur Hendra, mengonfirmasi adanya laporan mengenai serangan beruang terhadap warga yang sedang berada di kebun. "Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kebun dan segera melapor jika menemukan keberadaan satwa liar yang berpotensi membahayakan," ujarnya.