BREAKING Kamis, 18 Jun 2026 04:51 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Selasa, 19 Mei 2026 19:16 WIB

PINTU Memperkenalkan 48 Aset Tertokenisasi untuk Investor Indonesia

19 Mei 2026, 19:16 WIB 22x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
S
Sabrina Aulia Rahma 22x dibaca · 2 menit baca
Foto: pexel
Foto: pexel

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), yang merupakan platform investasi aset kripto yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus berupaya memperluas pilihan aset kripto untuk investor di tanah air. Dalam konteks meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset, PINTU kini menawarkan total 48 aset tertokenisasi yang dapat diperdagangkan.

Pertumbuhan Transaksi Aset Tertokenisasi

Iskandar Mohammad, selaku Kepala Pemasaran Produk PINTU, menyatakan bahwa transaksi aset tertokenisasi di platform mereka menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Pada bulan April 2026, jumlah pengguna secara keseluruhan meningkat sebesar 9,49 persen dibandingkan bulan Maret 2026, dengan rata-rata transaksi per pengguna mengalami pertumbuhan hingga 87,32 persen. Lima aset tertokenisasi yang paling banyak diperdagangkan pada bulan April 2026 adalah iShares Silver Trust (SLVON), Apple (AAPLX), Palantir Technologies (PLTRON), Tesla (TSLAX), dan Alibaba Group (BABAON).

Minat Global dan Respons OJK

Secara global, ketertarikan investor kripto terhadap tokenisasi aset terus mengalami peningkatan. Data dari RWA.xyz per 12 Mei 2026 menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar tokenisasi aset global dalam 30 hari terakhir meningkat sebesar 5,38 persen menjadi 32,18 miliar dolar AS, setara dengan sekitar Rp 563 triliun. Di sisi lain, OJK juga menyambut positif perkembangan teknologi blockchain dan kriptografi, termasuk tokenisasi aset, yang dianggap membuka peluang investasi dengan nilai yang lebih terjangkau.

Iskandar menambahkan, “Untuk mendukung perkembangan tokenisasi aset agar lebih mudah diakses oleh investor kripto di Indonesia, PINTU telah meluncurkan 48 aset tertokenisasi. Aset-aset ini mencakup berbagai sektor industri global, termasuk teknologi, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, e-commerce, layanan keuangan, barang konsumen, kesehatan, energi, telekomunikasi, serta instrumen investasi seperti ETF dan emas digital. Dengan semakin beragamnya pilihan aset, investor Indonesia kini dapat mendapatkan eksposur ke berbagai industri global langsung dari ekosistem kripto.”

Daftar aset tertokenisasi yang tersedia di PINTU mencakup 48 token dari berbagai sektor industri, seperti Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, Amazon, JPMorgan Chase & Co, serta instrumen investasi lainnya yang memberikan akses ke sektor teknologi dan AI, keuangan, barang konsumen, kesehatan, energi, pertahanan, logam mulia, obligasi pemerintah AS, hingga ETF global.

“Tokenisasi aset memungkinkan para investor kripto untuk membangun portofolio investasi global yang terdiversifikasi melalui ekosistem kripto, sekaligus memberikan pengalaman investasi yang lebih fleksibel, transparan, dan dapat diakses sepanjang waktu. Namun, penting bagi investor untuk memahami produk yang ditawarkan, melakukan riset yang mendalam, serta menerapkan manajemen risiko yang baik agar keputusan investasi tetap sejalan dengan tujuan finansial jangka panjang,” tutup Iskandar.