BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:46 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Selasa, 23 Jun 2026 07:19 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara, Orangtua Siswa Apresiasi Penurunan Harga

23 Jun 2026, 07:19 WIB 21x dibaca 2 menit baca surabaya.kompas.com surabaya.kompas.com
K
Komang Yoga 21x dibaca · 2 menit baca
Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara, Orangtua Siswa Apresiasi Penurunan Harga
surabaya.kompas.com

PONOROGO, Jawa Timur — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Kabupaten Ponorogo dihentikan sementara selama sekitar tiga pekan bertepatan dengan masa libur sekolah. Keputusan ini diambil berdasarkan Surat Edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang meminta dilakukan audit dan evaluasi terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sejumlah orangtua siswa di daerah tersebut menyatakan bahwa mereka tidak mempermasalahkan penghentian program MBG selama libur sekolah. Salah satu wali murid, Eka, menyampaikan bahwa penghentian ini bersamaan dengan turunnya harga beberapa bahan pangan di pasaran. "MBG dihentikan harga-harga juga turun. Contohnya daging ayam sekarang sekitar Rp 26.000 per kilogram. Telur ayam juga tinggal Rp 24.000 per kilogram. Padahal saat MBG masih aktif daging ayam bisa sampai Rp 40.000 per kilogram dan telur sekitar Rp 29.000 per kilogram," jelas Eka pada Selasa (23/6/2026).

Harapan untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Wali murid lainnya, Fitri, berharap agar pemerintah lebih memprioritaskan anggaran untuk pendidikan yang semakin meningkat setiap tahunnya. "Tidak apa-apa tidak dapat MBG. Lebih baik anggarannya untuk pendidikan gratis. Termasuk biaya pengembangan bakat minat siswa," ujarnya.

Program MBG direncanakan akan dilanjutkan setelah masa libur sekolah berakhir. Meskipun distribusi makanan kepada siswa dihentikan, beberapa petugas inti di dapur MBG tetap menjalankan tugas mereka selama liburan. Koordinator Wilayah SPPG Ponorogo, Sheila Amanda, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini merupakan bagian dari evaluasi program di tingkat nasional. "Selama libur sekolah distribusi MBG memang dihentikan sementara. Namun, staf tetap masuk sesuai tugasnya masing-masing," kata Sheila.

Proses Audit Dapur SPPG

Sheila menambahkan bahwa masa libur sekolah dimanfaatkan untuk memperbaiki pengelolaan pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. "Kami memanfaatkan momentum libur sekolah ini. Kami akan setop semua, kami akan audit semua dapur," imbuhnya. Audit ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program serta memastikan bahwa semua dapur SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Mitra Dapur SPPG, Ryan Handoko, menyatakan bahwa mereka mengikuti kebijakan penghentian sementara yang dikeluarkan oleh BGN. Selama libur sekolah, relawan yang terlibat dalam operasional harian dapur akan diliburkan sementara. "Ya kita libur sesuai Surat Edaran terbaru dari BGN. Relawan seperti juru masak, pencuci ompreng, sopir, hingga petugas distribusi diliburkan sementara. Namun, petugas inti tetap berjaga. Tidak kemudian semuanya libur. Kalau mau diaudit tidak masalah," tuturnya. Petugas inti yang tetap bekerja mencakup tenaga administrasi, akuntan, pengawas gizi, dan petugas keamanan.