BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 14:22 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Jumat, 03 Jul 2026 11:36 WIB

Rekomendasi Strategis dari Rakernas APEKSI untuk Pembangunan Kota yang Tangguh

03 Jul 2026, 11:36 WIB 88x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
B
Bagas Prakoso 88x dibaca · 2 menit baca
Foto: APEKSI
Foto: APEKSI

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di Medan dari 28 Juni hingga 4 Juli 2026, telah menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis. Rekomendasi ini ditujukan untuk menjadi bahan advokasi kepada pemerintah pusat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan kota.

Rakernas yang mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” resmi ditutup pada Kamis, 3 Juli 2026. Forum ini menjadi ajang bagi pemerintah kota untuk merumuskan solusi atas berbagai isu pembangunan yang dihadapi. Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menyatakan bahwa rekomendasi yang dihasilkan merupakan hasil dari konsolidasi berbagai diskusi yang terjadi selama Rakernas. Dia menekankan, “Pengalaman pemerintah kota dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan nasional.”

Isu Strategis yang Dibahas

Rakernas membahas sejumlah isu penting, antara lain penguatan ketahanan fiskal daerah, penataan kebijakan aparatur sipil negara (ASN), serta percepatan pembangunan infrastruktur. Selain itu, terdapat juga diskusi mengenai transformasi digital pemerintahan, pengelolaan lingkungan dan persampahan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi lokal, penataan ruang, kerja sama antardaerah, serta kepastian hukum.

Melalui sidang pleno, sepuluh rekomendasi yang disepakati mencakup penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah; penataan kebijakan ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK); penguatan tata kelola program strategis nasional di daerah; serta percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah. Rekomendasi lainnya meliputi transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik, penguatan ketahanan lingkungan dan kota berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif, serta advokasi hukum dan kepastian regulasi.

Pentingnya Ketangguhan Kota

Rakernas juga menegaskan bahwa ketangguhan kota tidak hanya berhubungan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mencakup aspek ketahanan fiskal, kualitas pelayanan publik, pembangunan ekonomi, transformasi digital, serta pengelolaan lingkungan. Penyelenggaraan Rakernas XVIII dihadiri oleh 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Bappeda yang mewakili 98 kota anggota APEKSI.

Rangkaian kegiatan dalam Rakernas ini juga mencakup Youth City Changers, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital, Forum Pangan, Forum Bisnis dan Investasi, Karnaval Budaya Nusantara, serta Indonesia City Expo. Pemerintah Kota Medan memperkirakan bahwa acara ini dapat mendorong perputaran ekonomi sekitar Rp72 miliar. Indonesia City Expo dan bazar diikuti oleh 375 pelaku UMKM, sementara Karnaval Budaya Nusantara melibatkan sekitar 2.800 peserta.

Sepuluh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi agenda advokasi APEKSI kepada pemerintah pusat untuk memperkuat pembangunan kota yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.