Roberto Mancini kembali mengambil alih kursi pelatih kepala Timnas Italia setelah tiga tahun absen, dengan ambisi untuk meraih kesuksesan besar. Ia menyatakan bahwa kehadirannya saat ini bertujuan untuk mengembalikan Italia ke posisi yang seharusnya dalam dunia sepak bola.
Pengangkatan Mancini diumumkan secara resmi pada hari Selasa (28/07) setelah pencarian yang panjang untuk pengganti Gennaro Gattuso. Beberapa nama besar seperti Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Andrea Pirlo sempat dikaitkan dengan posisi tersebut, namun akhirnya Mancini yang dipilih untuk memimpin Azzurri.
Rekam Jejak Mancini
Sebelumnya, Mancini menjabat sebagai pelatih Timnas Italia dari tahun 2018 hingga 2023, di mana ia berhasil meraih gelar Euro 2020. Namun, perjalanan Italia tidak mulus setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Selama masa kepemimpinannya, ia mencatatkan 38 kemenangan dari 58 pertandingan, dengan 12 kali imbang dan 8 kekalahan, sebelum meninggalkan jabatan tersebut untuk melatih Arab Saudi.
Tekad untuk Membangun Kembali Tim
Dengan Italia yang gagal lolos ke tiga Piala Dunia terakhir, Mancini menyadari perlunya perubahan besar dalam tim. Ia berkomitmen untuk membawa Italia kembali ke puncak sepak bola internasional. "Takdir telah memberi saya kesempatan lain berkat Presiden Malago, dan saya di sini untuk membawa Italia kembali ke tempat yang seharusnya," ungkap Mancini dalam konferensi pers pertamanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, "Saya ingin memenangkan trofi, mungkin bahkan dua. Dan kemudian bertahan lebih lama dari kontrak saya, jika memungkinkan." Mancini menekankan bahwa meskipun tantangan di tahun 2023 mungkin berat, tujuannya tetap untuk meraih kemenangan dan bermain dengan baik. Ia percaya bahwa para pemain, terutama yang muda, memiliki potensi yang besar.