Kabar terbaru dari Liga Italia mengungkapkan situasi yang semakin memanas di dalam tubuh Juventus. Jonathan David, penyerang asal Kanada, menunjukkan tekad yang kuat untuk membuktikan kemampuannya di Turin, meskipun musim pertamanya di Serie A tidak berjalan sesuai harapan. Namun, semangat juangnya justru dapat menjadi hambatan bagi Juventus dalam pencarian penyerang tengah baru pada bursa transfer musim panas yang akan datang.
David bergabung dengan Juventus secara gratis pada bursa transfer musim panas 2025 dan mengikat kontrak selama lima tahun. Di Prancis, ia dikenal sebagai mesin gol dengan rata-rata lebih dari 17 gol per musim bersama Lille. Namun, di Italia, ia mengalami kesulitan untuk beradaptasi. Musim ini, David hanya berhasil mencetak enam gol dari 35 penampilan di Serie A, yang merupakan penurunan signifikan dari performa yang biasa ia tampilkan di Ligue 1.
Keinginan untuk Bertahan di Juventus
Juventus, yang tidak berhasil mendapatkan tiket Liga Champions dan dengan kontrak Dusan Vlahovic yang akan berakhir pada akhir Juni, sangat berambisi untuk memperkuat lini depan mereka di bawah arahan Luciano Spalletti. Namun, situasi menjadi rumit dengan adanya David yang memiliki gaji cukup tinggi dan kesulitan dalam menjual Lois Openda. Meskipun menjual David bisa memberikan keuntungan finansial bagi Juventus karena ia datang tanpa biaya transfer, laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa David tidak berniat untuk menyerah begitu saja.
Keinginannya untuk tetap mengenakan seragam Bianconeri dan membuktikan kualitasnya di Allianz Stadium menambah tantangan bagi manajemen klub. Di samping itu, diperkirakan adanya penurunan anggaran sekitar €50 juta-€60 juta akibat ketidakikutsertaan mereka di Liga Champions, sehingga mencari penyerang tengah berkualitas sambil mempertahankan David dan Openda jelas menjadi tugas yang sangat menantang bagi Juventus.