BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:09 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 08 Agt 2026 14:55 WIB

Tragis, Ibu dan Balita Ditemukan Tewas di Hutan Landak Kalbar

08 Agt 2026, 14:55 WIB 33x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
B
Bima Mandala Sakti 33x dibaca · 2 menit baca
Seorang ibu dan anak balitanya ditemukan tewas dalam kondisi terikat di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (8/8/2026). (KOMPAS.com/HENDRA CIPTA)
Seorang ibu dan anak balitanya ditemukan tewas dalam kondisi terikat di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (8/8/2026). (KOMPAS.com/HENDRA CIPTA)

LANDAK, KOMPAS.com – Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, seorang ibu bernama Asniwati (39) dan anak perempuannya, Dina (3), ditemukan meninggal dunia dalam keadaan terikat di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Pihak kepolisian mencurigai bahwa keduanya adalah korban dari tindakan perampokan yang disertai dengan pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Landak, AKP Kuswiyanto, menyampaikan bahwa kedua korban merupakan warga Dusun Reo Behe, Desa Angkanyar. Penemuan mereka berawal dari laporan suami Asniwati yang melaporkan bahwa istri dan anaknya hilang. Suami korban tidak menemukan keduanya di pondok tempat mereka bekerja.

Pencarian yang Mengharukan

Suami Asniwati, bersama dengan warga dari Desa Angkanyar dan Desa Kedama, melakukan pencarian secara berkelompok mulai sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam pencarian tersebut, warga pertama kali menemukan Dina dalam keadaan terikat. Sekitar 20 meter dari lokasi penemuan anaknya, mereka juga menemukan Asniwati dengan kondisi yang sama.

Kuswiyanto menjelaskan, “Setelah dilakukan pencarian, korban pertama yang ditemukan adalah anaknya terlebih dahulu dalam keadaan terikat. Kemudian berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi anak, ditemukan sang ibu dengan kondisi yang sama, terikat dengan karet.”

Dugaan Perampokan dan Temuan Berharga yang Hilang

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka pada tubuh kedua korban serta bekas jeratan karet ban yang digunakan untuk mengikat mereka. Dugaan bahwa ini adalah kasus perampokan semakin kuat setelah polisi mendapatkan informasi bahwa sebelum kejadian, Asniwati membawa uang dan emas dalam jumlah yang cukup besar.

Kuswiyanto menambahkan, “Untuk pendalaman sementara, yang bersangkutan pada saat itu membawa uang sejumlah kurang lebih Rp 135 juta dan emas sekitar 30 gram. Namun, pada saat mayat ditemukan, uang beserta emas tersebut sudah tidak ada di tempat.”

Kedua jenazah telah dievakuasi ke RSUD Landak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku, serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian ibu dan anak tersebut.