Regional

Tragis, Pria di Karawang Meninggal Setelah Terjerat Benang Layangan

Seorang pria berusia 32 tahun di Karawang meninggal dunia setelah mengalami insiden terjerat benang layangan. Korban ditemukan dalam kondisi kritis dan tidak dapat diselamatkan meskipun telah mendapat...

H
Hana Salsabila Zaid
02 May 2026 4 pembaca
Tragis, Pria di Karawang Meninggal Setelah Terjerat Benang Layangan
Sumber gambar: regional.kompas.com

KARAWANG, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial C (32) dari Desa Mukyasejati, Kecamatan Ciampel, Karawang, mengalami insiden fatal pada Kamis (30/4/2026) yang mengakibatkan kematiannya. Korban, yang bekerja sebagai buruh harian lepas, ditemukan dalam keadaan kritis di wilayah Ciampel sebelum dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel. Saat ditemukan, korban berada di atas sepeda motor dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami luka serius di bagian leher yang mengeluarkan banyak darah. "Korban kemudian sempat dilarikan ke RSUD Karawang petugas dari Polsek Ciampel dan warga," ujar Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan. "Namun, setibanya di rumah sakit dinyatakan telah meninggal dunia," tambahnya.

Menurut informasi, sebelum ditemukan, korban sempat berteriak meminta pertolongan dan diduga menyampaikan bahwa dirinya terkena benang. Dua saksi, Budianto (54) dan Ramadhan (49), yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, memberikan keterangan mengenai situasi tersebut.

Investigasi dan Penolakan Autopsi

Menindaklanjuti laporan yang diterima, aparat dari Polsek Ciampel bersama personel Pamapta Polres Karawang dan Tim Inafis langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. “Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi pendatanganan TKP, koordinasi dengan Tim Inafis, pemeriksaan saksi-saksi, serta pembuatan laporan resmi kejadian,” jelas Cep Wildan. "Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini," tambahnya. Dugaan awal mengarah pada korban yang terjerat benang layangan, namun polisi tetap membuka kemungkinan lain sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Di sisi lain, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. “Kami menghormati keputusan keluarga korban yang menolak autopsi. Namun demikian, kami tetap mengumpulkan informasi dan keterangan yang ada guna memastikan tidak adanya unsur lain dalam kejadian ini,” jelas Cep Wildan.

Artikel Terkait