BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Selasa, 28 Jul 2026 19:40 WIB

Viral Evakuasi Lansia Menggunakan Truk, Kepala Desa Mengakui Ketiadaan Ambulans

28 Jul 2026, 19:40 WIB 52x dibaca 2 menit baca surabaya.kompas.com surabaya.kompas.com
B
Bima Mandala Sakti 52x dibaca · 2 menit baca
Viral Evakuasi Lansia Menggunakan Truk, Kepala Desa Mengakui Ketiadaan Ambulans
surabaya.kompas.com

MOJOKERTO – Sebuah video yang memperlihatkan evakuasi seorang lansia dengan menggunakan truk di Kabupaten Mojokerto menjadi viral di media sosial. Ternyata, kendaraan tersebut dipilih karena Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, belum memiliki ambulans atau mobil siaga untuk menangani situasi darurat. Lansia tersebut bernama Doso (70), yang merupakan warga Dusun Jlopo, Desa Curahmojo. Ia ditemukan dalam keadaan lemas di sebuah lokasi galian yang berjarak lebih dari satu kilometer dari rumahnya pada hari Senin (27/7/2026).

Menurut informasi, Doso mengalami kepikunan dan rutin menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Mojokerto. Muhaimin (32), menantu Doso, menjelaskan bahwa mertuanya meninggalkan rumah tanpa memberi tahu pada hari Minggu (26/7/2026) siang. "Itu tidak pamit. Biasanya pamit. Itu tidak pulang-pulang, akhirnya dicari dan baru ditemukan Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB. Hilangnya hampir 28 jam, ketemunya di lokasi galian. Sudah lemas, tapi masih sadar," ungkap Muhaimin saat ditemui.

Truk Sebagai Solusi Sementara

Muhaimin menambahkan bahwa penggunaan truk bukanlah pilihan yang disengaja, melainkan satu-satunya opsi yang tersedia. Medan yang sulit dilalui oleh kendaraan biasa dan ketiadaan ambulans di Desa Curahmojo memaksa warga untuk menggunakan truk milik tetangga. Setelah dievakuasi dari lokasi galian, Doso dibawa pulang menggunakan truk sebelum mendapatkan penanganan dari bidan desa yang datang ke rumahnya.

Kendala Ketiadaan Mobil Siaga

Sunaryo (42), warga Desa Curahmojo yang mengunggah video evakuasi tersebut, menyatakan bahwa ketiadaan mobil siaga sudah berlangsung cukup lama. Akibatnya, ketika ada warga yang sakit atau memerlukan pertolongan darurat, mereka terpaksa meminjam kendaraan milik tetangga atau menyewa kendaraan dengan biaya antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000. "Kemarin waktu evakuasi dilakukan juga kesulitan dari medannya. Kebetulan ada truk mau muat pallet, saya telepon minta bantuan, dan dibolehkan," jelas Sunaryo.

Ia juga menambahkan bahwa jarak menuju fasilitas kesehatan cukup jauh, di mana warga harus menempuh perjalanan sekitar 12 hingga 15 kilometer untuk mencapai Puskesmas Pungging. Sunaryo berharap pemerintah desa dapat menyediakan mobil siaga agar warga lebih mudah mendapatkan layanan darurat. "Karena puskesmas dan rumah sakit dari sini jauh," tuturnya.

Pernyataan Kepala Desa

Kepala Desa Curahmojo, Sutrisno, mengakui bahwa desanya belum memiliki mobil siaga atau ambulans. Selama ini, warga yang membutuhkan kendaraan untuk berobat atau dalam keadaan darurat biasanya meminjam kendaraan dari warga lain. Sutrisno menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan saluran. "Seperti bangun jalan, saluran," ujarnya.

Meski demikian, Sutrisno menyatakan bahwa pemerintah desa akan membahas kemungkinan pengadaan mobil siaga bersama masyarakat. "Kalau memang ada uangnya ya kita laksanakan. Tergantung usulan dari masyarakat," kata Sutrisno.