BREAKING Selasa, 16 Jun 2026 23:17 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Selasa, 16 Jun 2026 22:18 WIB

Warga Antusias Mengambil Air Jamasan Pusaka di Pura Mangkunegaran Solo

16 Jun 2026, 22:18 WIB 2x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
S
Shinta Islamadina 2x dibaca · 2 menit baca
Warga Antusias Mengambil Air Jamasan Pusaka di Pura Mangkunegaran Solo
regional.kompas.com

SOLO - Air bunga jamasan pusaka yang dikirab pada malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran Solo, yang berlangsung pada Selasa (16/6/2026), menarik perhatian banyak warga. Tri Wahyuni, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa ia sengaja mengambil air tersebut dan menyimpannya dalam botol air mineral dengan niat untuk digunakan sebagai campuran mandi di rumah.

“Buat mandi aja biar dapat berkah dengan doa-doa keinginan kita apa. (Saya) inginnya sehat, rezeki melimpah,” ungkap Yuni saat berada di Pura Mangkunegaran pada malam itu. Ia juga menambahkan bahwa kedatangannya ke pura tersebut dilakukan sebelum waktu Maghrib, sekitar pukul 17.30 WIB, bersama temannya. “Ke sini sebelum maghrib untuk ngalap berkah,” tambahnya.

Pengalaman Pertama Mengambil Air Jamasan

Yuni menjelaskan bahwa ini adalah kali pertama ia ikut serta dalam pengambilan air bunga jamasan pusaka di Pura Mangkunegaran. Sebelumnya, ia telah mengunjungi Keraton Solo untuk mendapatkan nasi berkat. “Baru kali pertama ke sini biasanya di Keraton Solo. Habis liat kerbau kiai Slamet masuk kandang di situ ada bancakan nasi liwet selesai terus ke sini,” imbuhnya.

Prosesi Kirab Pusaka yang Meriah

Prosesi kirab pusaka pada malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, ditandai dengan keluarnya enam pusaka dari pura tersebut. Keluarnya pusaka-pusaka ini dilakukan setelah mendapat perintah dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X. Pusaka tersebut terdiri dari lima tombak dan satu pusaka yang disimpan dalam jodang atau kotak kaca, yang sebelumnya telah dibersihkan melalui ritual jamasan.

Kirab ini diikuti oleh berbagai peserta, termasuk keluarga, masyarakat umum, pejabat pemerintah, dan tokoh publik. Pangeran sepuh GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro ditunjuk sebagai cucuk lampah, dan peserta kirab berjalan mengelilingi Pura Mangkunegaran dalam suasana hening (laku tapa bisu), mengikuti rute yang telah ditentukan.

Dengan antusiasme yang tinggi, warga berharap dapat merasakan berkah dari air jamasan pusaka yang mereka ambil, menciptakan momen yang penuh makna dalam perayaan malam 1 Suro ini.