BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:11 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Kamis, 23 Jul 2026 19:15 WIB

Warga Bandung Kini Dapat Melaporkan Kejahatan Melalui Tombol Darurat

23 Jul 2026, 19:15 WIB 95x dibaca 3 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
R
Rizky Ananta 95x dibaca · 3 menit baca
Warga Bandung Kini Dapat Melaporkan Kejahatan Melalui Tombol Darurat
bandung.kompas.com

Warga Kota Bandung, Jawa Barat, kini memiliki akses untuk melaporkan tindakan begal serta kejahatan jalanan lainnya melalui fasilitas tombol panik yang terhubung langsung dengan Bandung Command Center. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung sedang memaksimalkan penggunaan perangkat ini untuk mempercepat penanganan berbagai situasi darurat, termasuk kecelakaan, keadaan medis kritis, dan tindak kriminal.

Saat ini, tombol panik tersedia di dua lokasi strategis, yaitu di depan Lapangan Supratman dan di kawasan Palestine Walk yang terletak di Alun-alun Bandung. Fasilitas ini merupakan bagian dari sistem Bandung Siaga 112, yang merupakan layanan tanggap darurat terpadu yang beroperasi selama 24 jam. Dalam situasi darurat, warga hanya perlu menekan tombol pada perangkat tersebut untuk terhubung langsung dengan petugas yang berjaga di Bandung Command Center, Balai Kota Bandung.

Proses Kerja Tombol Panik

Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Persandian, dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Bandung, Yusuf Cahyadi, menjelaskan bahwa penggunaan tombol panik dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat dalam keadaan mendesak. "Nanti (masyarakat) akan berinteraksi dua arah dengan teman-teman di Bandung Command Center, jadi sangat mudah," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung.

Ketika tombol ditekan, sistem akan mengirimkan pemberitahuan kepada petugas di Bandung Command Center. Petugas kemudian dapat berkomunikasi dengan pelapor melalui pengeras suara yang terpasang pada perangkat tersebut. Tombol panik juga dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV tipe pan-tilt-zoom serta CCTV tetap, yang memungkinkan petugas untuk memantau kondisi di sekitar lokasi dengan lebih jelas.

Frekuensi Penggunaan dan Koordinasi dengan Kepolisian

Berdasarkan pemantauan di lapangan, perangkat tombol panik di depan Lapangan Supratman dan Palestine Walk masih aktif. Meskipun Diskominfo Kota Bandung belum memiliki data pasti mengenai jumlah penggunaan perangkat tersebut, Yusuf menyebut bahwa tombol panik sudah digunakan untuk melaporkan berbagai kejadian. Laporan terbanyak berasal dari kawasan Palestine Walk, yang merupakan pusat kota dan sering dikunjungi masyarakat serta wisatawan.

Setelah menerima laporan, petugas Bandung Siaga 112 akan berkoordinasi dengan instansi terkait sesuai jenis kejadian. Jika laporan berkaitan dengan tindakan begal atau pencopetan, informasi tersebut akan diteruskan kepada kepolisian melalui layanan 110 dan Polrestabes Bandung. "Misalkan kalau terkait kejahatan, akan berkoordinasi sama teman-teman 110 di kepolisian di Polrestabes," kata Yusuf.

Yusuf menambahkan bahwa sistem tombol panik cukup efektif dalam mempercepat proses penyampaian laporan dan penanganan kejadian. Diskominfo Kota Bandung saat ini sedang mempertimbangkan penambahan perangkat tombol panik di lokasi lain, meskipun belum ada rincian mengenai jumlah perangkat tambahan atau lokasi prioritas.

Walaupun dirancang untuk situasi darurat, terkadang tombol panik digunakan oleh warga untuk keperluan yang tidak mendesak, seperti menanyakan alamat. Yusuf menyebutkan bahwa beberapa pengguna adalah wisatawan yang membutuhkan informasi arah. "Kadang ada juga yang iseng, seperti bertanya lokasi," ujarnya.

Diskominfo Kota Bandung berharap agar fasilitas ini digunakan sesuai dengan fungsinya, sehingga petugas dapat memprioritaskan penanganan laporan darurat. Keberadaan tombol panik di pusat kota diharapkan dapat membantu warga dalam melaporkan tindakan kejahatan dengan cepat, termasuk begal dan pencopetan.