BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 14:04 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Selasa, 21 Jul 2026 13:04 WIB

Warren Buffett: Keberuntungan dan Pencapaian di Usia 96 Tahun

21 Jul 2026, 13:04 WIB 81x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
G
Galih Lingga Pradipta 81x dibaca · 2 menit baca
Foto: EPA/HAN MEI
Foto: EPA/HAN MEI

Warren Buffett, seorang investor legendaris, mengungkapkan bahwa keberuntungan memiliki peran yang signifikan dalam pencapaian yang diraihnya melalui Berkshire Hathaway. Menjelang ulang tahunnya yang ke-96, Buffett mengklaim dirinya mungkin termasuk di antara sepuluh orang paling beruntung di dunia dari populasi delapan miliar orang.

Pernyataan ini disampaikan Buffett dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang dipublikasikan baru-baru ini. Ia, yang saat ini memiliki kekayaan sekitar 147 miliar dolar AS, berpendapat bahwa keterampilan, kerja keras, dan ambisi bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan seseorang. “Dari delapan miliar orang, mungkin saya salah satu dari 10 orang yang paling beruntung di dunia,” katanya. Buffett menyoroti kesehatan dan umur panjangnya sebagai bagian dari keberuntungan tersebut.

Refleksi atas Kesehatan dan Kemampuan Mental

Di usia yang mendekati 96 tahun, Buffett mengakui bahwa kemampuan berpikir dan daya ingatnya mulai menurun. Ia menggunakan metafora untuk menggambarkan kondisi mentalnya, “Saya mulai kehilangan kelereng pada titik ini. Saya bisa mengumpulkan kelereng lebih lama daripada yang sebenarnya pantas saya dapatkan. Itu hanya persoalan keberuntungan.”

Pernyataan ini menjadi menarik mengingat Buffett dikenal sebagai seorang investor yang selama hampir sembilan dekade telah menunjukkan disiplin dalam pengambilan keputusan bisnis. Ia mengubah Berkshire Hathaway dari sebuah perusahaan tekstil yang mengalami kesulitan menjadi konglomerat global yang memiliki beragam kepemilikan di berbagai sektor.

Keberuntungan Struktural dan Lotere Kelahiran

Sosok yang dijuluki “Oracle of Omaha” ini juga menolak anggapan bahwa kekayaannya semata-mata hasil dari kecerdasan dan kerja kerasnya. Menurut Buffett, berbagai faktor seperti lingkungan tempat seseorang dilahirkan, kondisi keluarga, struktur sosial, dan kesempatan yang tersedia dapat mempengaruhi jalur kehidupan seseorang sebelum mereka membuat keputusan sendiri.

Dalam suratnya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada tahun 2024, Buffett menegaskan bahwa kelahirannya di Amerika Serikat merupakan salah satu keuntungan terbesar dalam hidupnya. Ia juga mengakui bahwa sebagai laki-laki kulit putih, ia mendapatkan keuntungan sosial. “Saya begitu diuntungkan oleh status saya sebagai laki-laki sehingga sejak dini saya yakin akan menjadi kaya,” tulisnya. Pandangan ini berkaitan dengan konsep yang ia sebut sebagai “ovarian lottery” atau lotere kelahiran, yang pernah ia sampaikan dalam pertemuan pemegang saham pada tahun 1997.