SURABAYA – Laga pembuka Soekarno Cup U-17 2026 yang berlangsung di Jawa Timur pada 10 Agustus 2026 akan dipimpin oleh wasit perempuan. Keterlibatan wasit perempuan ini menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan turnamen tahun ini, yang menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan perempuan dalam memimpin pertandingan sepak bola.
Koordinator pertandingan Soekarno Cup 2026, Deni Wicaksono, menyatakan bahwa wasit perempuan akan terlibat sejak pertandingan pertama. "Jadi wasit perempuan ini adalah bukti bahwa perempuan memiliki kompetensi dan kontribusi penting di berbagai bidang, termasuk pada aspek kepemimpinan di lapangan olahraga," ungkap Deni dalam konferensi pers yang diadakan di Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya pada Selasa (4/8/2026).
Penyertaan Perempuan dalam Turnamen
Selain melibatkan wasit perempuan, panitia juga mengikutsertakan perempuan sebagai pengawas pertandingan dalam turnamen yang diikuti oleh 400 pesepak bola U-17 dari 16 provinsi. Salah satu pengawas pertandingan, Hariyati, menjelaskan bahwa tugasnya dimulai sebelum pertandingan dimulai hingga pertandingan berakhir. Ia bertanggung jawab untuk memastikan seluruh persiapan pertandingan sesuai dengan regulasi, mengawasi jalannya pertandingan, serta menyusun laporan hasil pertandingan.
"Kalau saya selaku pengawas pertandingan itu bertugas di waktu menjelang pertandingan. Jadi lebih spesifik untuk menyiapkan pertandingan, jalannya pertandingan dan melaporkan hasil pertandingan," jelas Hariyati. Ia juga menambahkan bahwa selama pelaksanaan Soekarno Cup U-17 2026, ia akan bekerja sama dengan wasit perempuan yang memimpin pertandingan.
Detail Pelaksanaan Turnamen
Soekarno Cup U-17 2026 akan berlangsung dari 10 hingga 24 Agustus 2026 di empat stadion, yaitu Gelora 10 November Surabaya, Lapangan Thor Surabaya, Stadion Gelora Bangkalan, dan Stadion Gelora Joko Samudro Gresik. Semua pertandingan akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Soekarno Cup 2026. Turnamen ini merupakan edisi ketiga dan diikuti oleh 16 tim dari berbagai provinsi di Indonesia, menjadi bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia muda.
Deni menekankan bahwa keterlibatan wasit perempuan juga menyampaikan pesan bahwa sepak bola adalah ruang bagi siapa saja yang memiliki kemampuan dan profesionalisme. "Wasit perempuan ini adalah bukti bahwa perempuan memiliki kompetensi dan kontribusi penting di berbagai bidang, termasuk pada aspek kepemimpinan di lapangan olahraga," tutupnya.