BREAKING Rabu, 17 Jun 2026 16:53 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Rabu, 17 Jun 2026 15:51 WIB

Antrean Panjang di SPBU Sumenep Akibat Pengurangan Pasokan Pertalite

17 Jun 2026, 15:51 WIB 1x dibaca 2 menit baca surabaya.kompas.com surabaya.kompas.com
N
Nadia Stevani Putri 1x dibaca · 2 menit baca
Antrean Panjang di SPBU Sumenep Akibat Pengurangan Pasokan Pertalite
surabaya.kompas.com

SUMENEP, Jawa Timur — Dalam sepekan terakhir, antrean kendaraan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep semakin mengkhawatirkan. Munir, seorang sopir mobil angkutan, mengungkapkan bahwa dia harus menunggu lama untuk mendapatkan bahan bakar. "Sudah lebih dari seminggu antre terus. Hampir setiap hari harus menunggu untuk bisa isi BBM," ujarnya di Sumenep.

Penyebab utama dari antrean yang berkepanjangan ini diduga adalah pengurangan pasokan Pertalite serta kekosongan stok di beberapa SPBU lainnya. Pantauan di SPBU Pertamina 54.694.08 yang terletak di Jalan Arya Wiraraja, Gedungan Timur, Lingkar Timur, Kecamatan Batuan, menunjukkan antrean kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk yang mengular sejak pagi hari.

Antrean yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Amin, seorang sopir truk, juga merasakan dampak dari situasi ini. Dia mengaku harus mengantre setiap kali ingin mengisi bahan bakar. "Sudah sering antre. Kalau datang agak siang biasanya tambah panjang," ungkapnya.

Kepala SPBU Pertamina 54.694.08, Rofik, membenarkan bahwa antrean terjadi hampir setiap hari, terutama pada pagi hingga siang hari. Dia menjelaskan bahwa banyak kendaraan yang beralih ke SPBU mereka setelah SPBU lain kehabisan stok Solar maupun Pertalite. "Biasanya antre mulai pagi sampai siang karena ada SPBU lain yang kosong. Kendaraan akhirnya mengisi di sini," jelas Rofik.

Penurunan Alokasi Pertalite

Rofik mengungkapkan bahwa pasokan Pertalite yang diterima oleh SPBU-nya mengalami penurunan yang signifikan. Sebelumnya, alokasi yang diterima mencapai sekitar 250 kiloliter (KL) per bulan, namun kini hanya 144 KL. "Alokasi Pertalite memang dibatasi. Sekarang kami hanya menerima 144 KL per bulan. Sebelumnya sekitar 250 KL. Ini menjadi alokasi paling kecil dalam beberapa bulan terakhir," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa pembatasan pasokan ini tidak hanya terjadi di SPBU yang dikelolanya, tetapi juga di beberapa SPBU lain di Kabupaten Sumenep. Dengan terbatasnya pasokan bahan bakar, waktu tunggu untuk mengisi Pertalite bisa mencapai dua hingga tiga jam, sedangkan untuk Solar bisa mencapai lima jam.

Meski demikian, SPBU tetap melayani pembelian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Rofik berharap agar distribusi bahan bakar dapat kembali normal sehingga antrean kendaraan dapat berkurang. "Informasinya stok ada kemungkinan kembali normal," ujarnya.