LEBAK - Lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami banjir dan tanah longsor pada Jumat (15/5/2026) akibat hujan lebat yang disertai angin kencang. Hujan deras yang berlangsung sejak siang hingga sore hari menjadi pemicu terjadinya bencana tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Sukanta, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam waktu lama telah menyebabkan sejumlah sungai meluap. “Curah hujan dengan intensitas lebat dalam durasi cukup lama serta disertai angin kencang mengakibatkan meluapnya sejumlah aliran sungai dan memicu banjir serta tanah longsor di sejumlah titik,” ungkap Sukanta di kantor BPBD Lebak di Rangkasbitung.
Wilayah Terdampak Bencana
Daerah yang terdampak bencana meliputi Kecamatan Cigemblong, Cipanas, Sajira, Lewidamar, dan Muncang. Beberapa sungai yang dilaporkan meluap antara lain Sungai Peucangpari, Sungai Cibeurih, Sungai Cilaki, Sungai Ciminyak, dan Sungai Cisimeut.
Di Kecamatan Cigemblong, banjir merendam lima rumah di Kampung Ledok Cirompang. Sementara itu, di Kecamatan Cipanas, dampak bencana lebih parah, di mana satu pondok pesantren dilaporkan hanyut terbawa arus dan satu jembatan jalan usaha tani mengalami kerusakan. Longsor juga merusak rumah di Desa Jayapura dan Desa Giriharja. Di Desa Sukasari, empat rumah dan satu mushala terendam banjir, sedangkan satu rumah di Desa Pasirhaur terdampak longsor.
Kerusakan dan Penanganan
Di Kecamatan Sajira, dua rumah mengalami kerusakan dan satu jembatan kayu di Desa Maraya roboh. Kerusakan juga terjadi pada jalan desa dan turap jalan. Banjir merendam 20 rumah di Desa Margaluyu dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Ancaman longsor juga terjadi di Desa Margawangi, Kecamatan Lewidamar, yang mengancam permukiman warga. Luapan Sungai Cisimeut di Desa Lewidamar hampir memasuki rumah warga dan merusak jalan.
Kecamatan Muncang juga tidak luput dari dampak banjir, di mana satu rumah dan sekitar 50 hektare lahan persawahan di Desa Ciminyak terendam air. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang hilang akibat bencana ini. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” kata Sukanta.
Saat ini, BPBD Lebak bersama aparat kecamatan dan desa masih melakukan pendataan di lokasi yang terdampak. Sukanta memperkirakan jumlah warga yang terdampak banjir dan longsor kemungkinan akan bertambah.