Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kupang telah resmi melaporkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah XV ke Ombudsman. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap sejumlah permasalahan yang dianggap merugikan mahasiswa, serta kebutuhan akan tindakan transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pendidikan tinggi.
Penyebab Laporan ke Ombudsman
Menurut informasi yang diperoleh, pengaduan ini dilatarbelakangi oleh sejumlah isu kritis yang dirasakan oleh mahasiswa, termasuk tidak transparansinya proses akademik dan administrasi di LLDIKTI XV. "Kami merasa bahwa hak-hak kami sebagai mahasiswa tidak dipenuhi dengan baik," ungkap Ketua BEM STIKES Kupang, Ahmad Syahrul. Mahasiswa mengharapkan adanya perhatian lebih dari lembaga yang berwenang untuk mengatasi permasalahan ini.
Adapun pengaduan ini mencakup beberapa poin penting, di antaranya adalah penanganan keluhan yang lamban, keterbatasan akses informasi mengenai kebijakan, serta ketidakpuasan terhadap proses akreditasi program studi yang dinilai tidak objektif. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa mengenai masa depan pendidikan mereka.
Langkah Langsung dari BEM
Dalam upayanya, BEM STIKES Kupang tidak hanya berhenti pada pengaduan. Mereka juga melakukan dialog dengan pihak LLDIKTI XV untuk mencari solusi yang lebih konstruktif. "Kami ingin mengedepankan komunikasi yang baik, namun jika hal itu tidak ada responnya, kami tidak ragu untuk mengambil langkah selanjutnya," tegas Ahmad. Mahasiswa berharap agar isu-isu yang diangkat dapat menjadi perhatian serius bagi pihak LLDIKTI XV demi meningkatkan kualitas pendidikan.
Melalui laporan ini, BEM juga berharap Ombudsman dapat menyelidiki dan memberikan rekomendasi yang sesuai untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Komitmen untuk meningkatkan standar pendidikan tinggi di Indonesia menjadi salah satu alasan utama mereka menempuh jalur legal ini.
Dengan langkah ini, BEM STIKES Kupang berharap suara mahasiswa dapat didengar dan menjadi bagian dari perubahan positif dalam sistem pendidikan, terutama di wilayah Dikti yang mereka jalani. "Kami percaya bahwa pendidikan yang baik akan lahir dari sistem yang baik, oleh karena itu kami berjuang untuk itu," tutup Ahmad.