BREAKING Senin, 15 Jun 2026 23:07 WIB
Berita Terkini Senin, 15 Jun 2026 21:55 WIB

BGN Akan Tinjau Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis untuk 2027

15 Jun 2026, 21:55 WIB 2x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
T
Taufik Pranata 2x dibaca · 2 menit baca
BGN Akan Tinjau Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis untuk 2027
Foto: Agustina Arumsari (Retno Ayuningrum/detikcom)

Jakarta - Agustina Arumsari, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mengungkapkan bahwa lembaganya akan melakukan penyesuaian anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2027. Arumsari menekankan pentingnya pengkajian penerima manfaat agar program ini tepat sasaran.

"Jadi tadi sebenarnya saya menyampaikan bahwa menurut, itu proses yang biasa ya. Menurut surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas untuk 2027, sebenarnya kami mendapat alokasi pagu itu Rp 270.201.499.678.000 (Rp 270 triliun) itu untuk penerima manfaat 81,5 juta. Itu 2027," kata Arumsari di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

Penerima Manfaat Akan Difokuskan

Arumsari menjelaskan bahwa BGN akan memfokuskan kembali penerima manfaat dari program MBG. Untuk itu, BGN akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima manfaat tersebut.

"Salah satu langkah perbaikan yang kami lakukan adalah refocusing penerima manfaat. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, kami sudah berkoordinasi dengan beberapa kementerian yang lain," ungkapnya. "Yang intinya adalah memang secara teknis menurut Kementerian Kesehatan intervensi kesehatan gizi sebaiknya dilakukan misalnya teknisnya ya, itu adalah dari usia kandungan sampai dengan 1.000 hari pertama usia kelahiran itu volume otak bisa maksimal, lalu sampai dengan 2 tahun itu nanti ada intervensi gizi, lalu sampai dengan usia selanjutnya," tambahnya.

Perubahan Pagu Anggaran

Arumsari juga menyebutkan bahwa pagu yang diterima oleh BGN akan mengalami perubahan seiring dengan penyesuaian anggaran. Ia menjelaskan bahwa nilai pagu indikatif yang didapat kemungkinan akan turun mengikuti kebijakan efisiensi yang diterapkan di BGN.

"Nah, beberapa hal sudah kami exercise, sudah kami exercise, namun mungkin secara angka kami belum sampai membahas dengan Kementerian Keuangan dengan Bappenas. Tapi yang jelas akan ada efisiensi lagi," ujarnya.

Ia berharap langkah ini dapat memastikan bahwa intervensi untuk penerima manfaat MBG dapat tercapai dengan baik. Arumsari juga menyoroti bahwa siswa SMA dari kalangan mampu seharusnya tidak lagi mendapatkan manfaat dari program ini.

"Tujuannya adalah bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai tetapi penerima manfaatnya lebih fokus. Contoh, misalnya lah contoh gampang, untuk SMA ya mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA yang, mungkin yang uang sakunya anak-anaknya sudah Rp100.000, Rp200.000 gitu ya," jelas Arumsari.

"Mungkin yang high class gitu itu tidak perlu lagi. Nah, itu beberapa contoh. Itu sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arumsari juga menegaskan bahwa dana BGN untuk tahun 2027 masih akan menggunakan pos anggaran pendidikan dan kesehatan. "Sekarang pendidikan dan kesehatan, masih itu pendidikan dan kesehatan ya," imbuhnya.