BREAKING Senin, 17 Agt 2026 00:47 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 11 Jul 2026 12:14 WIB

Empat Anak Terseret Ombak di Balikpapan, Satu Masih Hilang

11 Jul 2026, 12:14 WIB 95x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
G
Galih Lingga Pradipta 95x dibaca · 2 menit baca
Empat Anak Terseret Ombak di Balikpapan, Satu Masih Hilang
regional.kompas.com

BALIKPAPAN — Gelombang besar yang melanda pesisir Balikpapan, Kalimantan Timur, kembali menimbulkan tragedi. Pada Sabtu pagi, 11 Juli 2026, empat anak dilaporkan terseret ombak saat bermain di Pantai Kilang Mandiri. Dari kejadian tersebut, tiga anak berhasil diselamatkan, sementara satu anak lainnya, Abizar, masih dalam pencarian oleh tim SAR.

Menurut informasi yang diperoleh, tiga anak yang selamat bernama Muhammad Afis, Gibran, dan Muhammad Agus. Pencarian terhadap Abizar dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Komandan Regu Pencarian dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Balikpapan, Ngalim, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi ketika keempat anak tersebut asyik berenang di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Pencarian Intensif oleh Tim SAR

Personel kepolisian yang berada di lokasi kejadian berupaya mencegah agar tidak ada korban jiwa tambahan. Ngalim menyatakan, "Tiga anak berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh personel Ditsabhara Polda Kaltim. Sementara satu korban atas nama Abizar sampai saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan." Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, BPBD Kota Balikpapan, Satpolairud Polresta Balikpapan, TNI Angkatan Laut, serta relawan kebencanaan setempat.

Penyebab Gelombang Tinggi

Gelombang tinggi yang terjadi di pesisir Balikpapan dalam dua hari terakhir juga merobohkan beberapa rumah di Klandasan Ulu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan menjelaskan bahwa fenomena cuaca internasional di utara Indonesia menjadi penyebab utama. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menyebutkan bahwa tinggi gelombang di perairan terbuka Kaltim berada dalam kategori sedang, namun konvergensi cuaca lokal menyebabkan ombak mendarat dengan sangat kuat di area pesisir dangkal.

Djoko menambahkan, "Salah satu penyebab yang secara tidak langsung meningkatkan potensi tinggi gelombang di perairan Kaltim adalah adanya Siklon Tropis Bavi yang berkembang di sekitar Laut Filipina bagian Utara." Pergerakan Siklon Tropis Bavi ini juga didukung oleh pola angin Monsun Australia yang bertiup kencang dari tenggara ke barat laut Kaltim.

BMKG memprediksi bahwa situasi pesisir yang berbahaya ini akan berlanjut hingga Siklon Tropis Bavi bergerak ke daratan China pada Minggu, 12 Juli 2026. Tim SAR terus berupaya mencari Abizar dengan harapan dapat menemukan anak tersebut secepatnya.