BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 10:55 WIB
Berita Terkini Selasa, 21 Jul 2026 01:00 WIB

Evakuasi Korban Ledakan di Perumahan Mewah Medan Menggunakan Alat Berat

21 Jul 2026, 01:00 WIB 71x dibaca 1 menit baca news.detik.com news.detik.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 71x dibaca · 1 menit baca
Foto: Petugas mengoperasikan alat berat untuk membersihkan puing-puing rumah yang terdampak ledakan di Komplek Grand Polonia Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (20/7/2026). (ANTARA FOTO/Humas Brimob Polda Sumut)
Foto: Petugas mengoperasikan alat berat untuk membersihkan puing-puing rumah yang terdampak ledakan di Komplek Grand Polonia Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (20/7/2026). (ANTARA FOTO/Humas Brimob Polda Sumut)

Polisi mengonfirmasi bahwa terdapat empat orang yang diduga terjebak di dalam rumah mewah yang mengalami ledakan di perumahan Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara. Untuk mengevakuasi para korban, alat berat dikerahkan ke lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejumlah alat berat seperti mobil crane dan ekskavator telah diturunkan. Alat berat tersebut terlihat sedang membersihkan puing-puing yang berserakan di jalan, serta material yang menghalangi akses masuk ke rumah berlantai tiga tersebut.

Proses Evakuasi dan Keberadaan Tim Basarnas

Di lokasi kejadian, tampak sejumlah personel dari Basarnas dan kepolisian yang bersiaga. Hingga malam hari, proses evakuasi masih berlangsung dengan petugas dari Basarnas dan kepolisian tetap berada di tempat kejadian.

Informasi Korban dan Penyelidikan

Sebelumnya, pihak kepolisian menyebutkan bahwa enam orang diduga berada di dalam rumah bernomor 3B yang menjadi lokasi ledakan. Dari jumlah tersebut, dua orang telah berhasil dievakuasi. Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, menyampaikan, "Saat ini, data yang kami dapatkan ada 6 orang yang tinggal di dalam. Dari 6 orang itu, seorang bapak berhasil dievakuasi, seorang anak balita sampai saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit."

Proses penyelidikan terkait penyebab ledakan juga tengah dilakukan, dengan dugaan sementara bahwa insiden tersebut mungkin disebabkan oleh kebocoran pipa gas.