Nurhanisa (23 tahun), istri dari Jamil (32 tahun) yang menjadi salah satu korban dalam kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan selama sepuluh hari di rumah sakit. Ia sempat menjalani operasi akibat luka tusuk yang dialaminya.
Menurut penuturan keluarga, Nurhanisa meninggal dunia setelah kondisinya tiba-tiba memburuk pascaoperasi. Keluarga menyatakan, "Iya, Nisa sudah meninggal tadi. Kondisinya tiba-tiba drop pascaoperasi. Tapi memang sebelum operasi dokter sudah bilang ke kami tidak bisa berharap penuh karena kondisi korban sudah sangat parah," ungkap Dilla, salah satu anggota keluarga korban.
Kondisi Kesehatan Nurhanisa
Keluarga menjelaskan bahwa luka tusuk yang diderita Nurhanisa telah menyebabkan kerusakan pada beberapa organ dalam tubuhnya. Selain itu, pembuluh darah utama yang mengalirkan darah ke jantung juga mengalami pendarahan yang cukup parah. "Dokter menyampaikan organ dalamnya terkena tusukan. Pembuluh darah utama yang menuju jantung juga sempat diperiksa karena pendarahannya sangat hebat. Akhirnya memang tidak tertolong," tambah Dilla.
Proses Pemakaman
Setelah dinyatakan meninggal, keluarga bersiap untuk membawa jenazah Nurhanisa ke Kota Palopo, Sulawesi Selatan, sesuai dengan permintaan keluarga besar. Rencananya, jenazah Nurhanisa akan dimakamkan di sana.
Peristiwa pembunuhan yang mengakibatkan kematian Jamil dan putranya yang berusia dua tahun terjadi di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu pada tanggal 26 Juli. Dalam insiden tersebut, Jamil dan anaknya tewas akibat serangan pelaku, sementara Nurhanisa mengalami luka tusuk yang serius dan harus mendapatkan perawatan intensif hingga akhirnya meninggal dunia.