Di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kapal motor KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam. Peristiwa ini menyebabkan satu penumpang ditemukan meninggal dunia, sementara 25 orang lainnya masih dalam pencarian. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dari total 78 penumpang yang berada di atas kapal, sebanyak 52 orang berhasil diselamatkan.
Pencarian Korban yang Masih Hilang
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa data mengenai korban terus diperbarui melalui verifikasi di lapangan. "Kami mencocokkan informasi dari manifes, laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang telah dievakuasi," ungkapnya pada Jumat (17/7).
Arif menambahkan bahwa proses pencarian diperluas setelah menerima laporan tambahan dari keluarga korban yang datang ke posko aduan. "Tujuannya agar tidak ada korban yang terlewat dan seluruh data yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat. Dari hasil verifikasi itu, kami mendapati ada tiga orang lagi yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya sehingga jumlah korban dalam pencarian bertambah," lanjutnya.
Operasi Penyelamatan yang Berlangsung
Pada hari ketiga operasi penyelamatan, tim SAR gabungan membagi area pencarian menjadi dua sektor utama. KN SAR Kamajaya 104 dikerahkan untuk mencari di sektor II, sedangkan KRI Marlin 877 fokus pada sektor I. Operasi kemanusiaan ini juga didukung oleh pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang melakukan pencarian dari udara.
KM Nurul Salsa tenggelam pada Rabu (15/7) di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kepulauan Selayar. Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran intensif untuk menemukan 25 korban yang masih hilang.