SURABAYA - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS) berencana untuk memberikan informasi terkait perawatan satwa kepada publik, menyusul terungkapnya kasus korupsi anggaran pakan satwa yang melibatkan Choirul Anwar, mantan Direktur Utama KBS periode 2016-2024. Nurika Widyasanti, Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS, menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan pemeliharaan satwa.
Keterbukaan Informasi Pemeliharaan Satwa
Nurika menjelaskan bahwa KBS akan terbuka mengenai berbagai aspek pemeliharaan dan perawatan satwa. “Pastinya kalau dalam hal untuk perawatan maupun pemeliharaan kami terbuka secara publik,” ujarnya saat ditemui di KBS pada Sabtu (25/7/2026). Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah membangun hubungan emosional antara perawat dan satwa, sehingga perilaku satwa dapat dikenali dengan baik. “Dengan harapan di mana mereka akan lebih mengenal perilaku di saat adanya perilaku-perilaku khusus yang teman satwa itu nantinya misalkan memerlukan suatu penanganan atau perubahan,” tambahnya.
Kondisi Satwa dan Komitmen Kesejahteraan
Ia juga membantah bahwa kasus korupsi tersebut menyebabkan berkurangnya pakan satwa. “Dalam hal pengelolaan dan pemeliharaan kami sebagai lembaga konservasi tetap berkomitmen untuk memfokuskan segala pengelolaan itu terhadap kesejahteraan satwa,” tegas Nurika. Mengenai foto-foto satwa yang tampak kurus yang beredar di media sosial, ia menyatakan bahwa gambar tersebut diambil pada awal tahun 2000-an, sebelum KBS dikelola oleh Pemerintah Kota yang kini menjadi Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya. “Jadi itu adalah gambar yang di-upload kembali dan bukan satwa atau koleksi satwa kami saat ini,” jelasnya.
Saat ini, pemberian pakan satwa dilakukan secara rutin dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. “Kalau untuk pemberian pakan sebenarnya secara normal ini kita berikan secara rutin sesuai spesies dan karakteristik satwa sehari dua kali di pagi dan sore hari sebelum perawat meninggalkan tempat,” ungkapnya. Nurika memastikan bahwa kondisi satwa di KBS saat ini dalam keadaan sehat dan baik. “Kami selalu mengupayakan pemeliharaan maupun peningkatan kualitas secara berprogres dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menekankan bahwa lembaga konservasi hewan akan terus mengedepankan kesejahteraan dan kesehatan satwa melalui berbagai aspek, termasuk pemberian pakan yang berkualitas dan pemeliharaan mental melalui enrichment.
Sebelumnya, Choirul Anwar, mantan Direktur Utama KBS, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana operasional dan pakan satwa yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.