BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:40 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Jumat, 26 Jun 2026 19:57 WIB

Kebakaran Meningkat di Kediri, Pemkab Ajak Warga Lebih Waspada

26 Jun 2026, 19:57 WIB 35x dibaca 2 menit baca surabaya.kompas.com surabaya.kompas.com
D
Doni Setiawan 35x dibaca · 2 menit baca
Kebakaran Meningkat di Kediri, Pemkab Ajak Warga Lebih Waspada
surabaya.kompas.com

KEDIRI, KOMPAS.com - Cuaca kering yang menyertai musim kemarau di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyebabkan seringnya terjadi kebakaran. Pemerintah Kabupaten Kediri mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Dalam periode bulan Juni 2026, tercatat lebih dari sepuluh insiden kebakaran, meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian material yang ditimbulkan cukup signifikan.

Beberapa peristiwa kebakaran yang terjadi antara lain melibatkan sebuah pabrik kayu di Kecamatan Pare dengan kerugian mencapai Rp 1 juta; kandang ayam di Kecamatan Wates yang mengalami kerugian sebesar Rp 1,5 miliar; rumah di Kecamatan Gampengrejo dengan kerugian Rp 30 juta; dan rumah di Kecamatan Semen yang mengalami kerugian Rp 250 juta. Selain itu, kebakaran juga terjadi pada lahan jati di Kecamatan Semen, pabrik arang dengan kerugian Rp 7 juta, serta kebakaran rumah di Kecamatan Kepung yang menimbulkan kerugian Rp 15 juta.

Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada. "Wilayah kita memasuki kemarau panjang otomatis banyak material yang menjadi kering dan ini memudahkan sekali timbul kebakaran baik disebabkan oleh human error maupun oleh alam,” ujarnya pada Jumat (26/6/2026). Dia menambahkan bahwa penyebab kebakaran di berbagai lokasi cukup bervariasi, mulai dari konsleting listrik hingga penggunaan tungku perapian.

Kaleb juga mengimbau agar masyarakat meminimalisasi risiko kebakaran dengan tidak membakar sampah, sisa hasil panen tebu, serta dedaunan kering. "Kalaupun harus bakar sampah sebaiknya ditunggu hingga padam. Karena cuaca kemarau otomatis angin cukup kencang berhembus. Perpaduan ini api akan cepat menyebar,” tambahnya.

Langkah-Langkah Pencegahan Kebakaran

Dia juga menekankan pentingnya untuk tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Menurutnya, potensi kebakaran semakin meningkat pada peralatan memasak yang menggunakan bahan bakar kayu atau tungku. Selain itu, Kaleb menyarankan agar masyarakat memeriksa instalasi listrik di rumah dan tempat usaha. "Apabila instalasi sudah dirasa tua butuh peremajaan sebaiknya segera dilakukan peremajaan karena sering menyebabkan arus pendek,” ungkapnya.

Sejak awal tahun hingga Mei 2026, tercatat total 63 kasus kebakaran, angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 49 kasus kebakaran.