BREAKING Sabtu, 13 Jun 2026 21:57 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Sabtu, 13 Jun 2026 13:03 WIB

Kebiasaan Cek Saldo yang Berisiko Menambah Stres, Menurut Psikolog

13 Jun 2026, 13:03 WIB 4x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
S
Sabrina Aulia Rahma 4x dibaca · 3 menit baca
Kebiasaan Cek Saldo yang Berisiko Menambah Stres, Menurut Psikolog
Ilustrasi. Kebiasaan sering mengecek saldo rekening bisa menambah stres, terutama jika dilakukan untuk menenangkan kecemasan. (iStock/yongyuan)

Mengecek saldo rekening mungkin tampak sebagai aktivitas yang biasa dilakukan, terutama di tengah meningkatnya harga kebutuhan, cicilan yang harus dibayar, dan kekhawatiran tentang cukupnya uang hingga akhir bulan. Meskipun melihat angka saldo yang aman dapat memberikan rasa lega, perasaan cemas sering kali kembali muncul, mendorong individu untuk terus memeriksa saldo mereka.

Kebiasaan yang Memicu Stres

Psikolog Arnold Lukito menjelaskan bahwa kebiasaan sering memeriksa saldo dapat memicu dan bahkan meningkatkan stres, terutama jika dilakukan untuk menenangkan kecemasan. "Secara psikologis, mengecek saldo untuk menenangkan diri punya mekanisme seperti kita menggaruk gatal," ungkap Arnold. Ia menambahkan bahwa setiap kali seseorang melihat saldo yang aman, mereka merasakan kelegaan kecil, dan otak mencatat pola ini sebagai 'mengecek sama dengan lega'. Namun, ketika kecemasan muncul kembali, dorongan untuk memeriksa saldo pun muncul lagi.

Masalah yang timbul adalah kelegaan yang dirasakan hanya bersifat sementara. Setelah itu, kecemasan dapat kembali muncul, mendorong individu untuk terus mengecek saldo. "Dalam psikologi, ini disebut reassurance seeking. Kita mencari kepastian, yang justru secara paradoks memberi makan kecemasan kita, bukan meredakannya," jelas Arnold. Kebiasaan ini tidak menciptakan rasa aman yang sejati, melainkan dapat membuat seseorang tergantung pada aktivitas pengecekan berikutnya.

Kapan Pengecekan Saldo Masih Sehat?

Mengecek saldo rekening sebenarnya tidak salah, asalkan dilakukan dalam batas yang wajar. Kebiasaan ini penting untuk memantau kondisi keuangan, mengatur pengeluaran, dan memastikan rencana finansial berjalan dengan baik. "Memantau keuangan bersifat sehat saat memandu keputusan dan jadi tidak sehat saat hanya menenangkan perasaan sesaat tanpa mengubah apa pun," tegas Arnold.

Namun, jika pengecekan saldo dilakukan hanya untuk meredakan kecemasan, hal ini perlu diwaspadai. Tanda yang paling jelas adalah ketika seseorang memeriksa saldo meskipun mereka tahu tidak ada transaksi baru. "Itu tanda mengelola kecemasan, bukan mencari informasi," ujarnya. Kebiasaan ini juga dapat membuat tubuh terus berada dalam keadaan waspada, terutama jika disertai tekanan ekonomi dan ketidakpastian pekerjaan.

Arnold menjelaskan bahwa kecemasan biasanya berorientasi pada masa depan, dengan pikiran yang dipenuhi pertanyaan 'bagaimana jika', sementara tubuh tetap tegang meskipun tidak ada kejadian nyata yang terjadi. Jika kondisi ini berlangsung lama, dapat berkembang menjadi stres kronis, yang ditandai dengan gangguan tidur, ketegangan otot, mudah sakit, sulit berkonsentrasi, dan lebih mudah marah.

Cara Mengelola Pengecekan Saldo dengan Bijak

Penting untuk tetap memantau kondisi keuangan, namun Arnold menyarankan agar pengecekan saldo dilakukan dengan lebih sadar dan tidak reaktif. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan:

  1. Jadwalkan waktu cek saldo: Arnold menyarankan agar pengecekan saldo dilakukan secara terjadwal, misalnya dua kali seminggu selama 15 menit. Di luar jadwal tersebut, dorongan untuk mengecek dapat ditahan.
  2. Pastikan ada keputusan yang akan diambil: Sebelum membuka aplikasi, tanyakan pada diri sendiri keputusan apa yang akan diambil setelah melihat saldo. Jika tidak ada keputusan yang perlu dibuat, kemungkinan besar pengecekan itu dilakukan karena kecemasan.
  3. Tunda dorongan untuk mengecek: Saat dorongan untuk mengecek muncul, cobalah menundanya selama 10 menit. Arnold menggambarkan dorongan itu seperti ombak yang memuncak dan kemudian surut.

Arnold juga mengingatkan bahwa sering melihat saldo tidak akan mengubah angka di rekening. Rasa aman yang lebih nyata justru berasal dari perencanaan keuangan yang baik, seperti memiliki dana darurat, anggaran belanja, atau tabungan rutin. "Mengecek memberi ilusi kendali. Rasa aman yang riil datang dari rencana, bukan dari menatap angka," pungkasnya.