BREAKING Kamis, 18 Jun 2026 17:22 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Kamis, 18 Jun 2026 15:57 WIB

Kelompok yang Disarankan Mengurangi Konsumsi Nasi Putih

18 Jun 2026, 15:57 WIB 2x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
A
Almira Rara Susanti 2x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Ada beberapa kelompok orang yang sebaiknya mengurangi makan nasi putih. (iStockphoto/Nungning20)
Ilustrasi. Ada beberapa kelompok orang yang sebaiknya mengurangi makan nasi putih. (iStockphoto/Nungning20)

Nasi putih merupakan makanan yang sangat umum di Indonesia, namun tidak semua orang dapat mengonsumsinya dalam jumlah banyak karena alasan kesehatan. Ada beberapa kelompok orang yang perlu mempertimbangkan untuk mengurangi asupan nasi putih demi menjaga kesehatan mereka.

1. Penderita Diabetes atau Pradiabetes

Kelompok pertama yang perlu mengurangi konsumsi nasi putih adalah mereka yang menderita diabetes atau pradiabetes. Nasi putih memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras merah, sehingga tubuh lebih cepat mengubah karbohidrat menjadi gula yang masuk ke aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah setelah makan, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi nasi putih dalam jumlah besar secara rutin dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk mengatur porsi nasi putih dan mempertimbangkan sumber karbohidrat yang lebih kaya serat.

2. Orang dengan Risiko Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik adalah kumpulan kondisi yang mencakup gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, lemak berlebih di area perut, dan kadar kolesterol baik yang rendah. Meskipun belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan kuat antara nasi putih dan sindrom metabolik, individu yang memiliki beberapa faktor risiko tersebut disarankan untuk membatasi konsumsi nasi putih. Memilih makanan yang lebih kaya serat dapat membantu menjaga kesehatan metabolik secara keseluruhan.

3. Mereka yang Sedang Menurunkan Berat Badan

Orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan juga termasuk dalam kelompok yang sebaiknya mengurangi nasi putih. Nasi putih adalah biji-bijian olahan yang memiliki kandungan serat lebih rendah dibandingkan beras merah. Serat sangat penting untuk memberikan rasa kenyang yang lebih lama, sedangkan konsumsi nasi putih dalam porsi besar dapat membuat seseorang merasa lapar lebih cepat dan berpotensi meningkatkan asupan kalori harian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi nasi putih yang tinggi berkaitan dengan peningkatan berat badan dibandingkan dengan mereka yang lebih jarang mengonsumsinya.

4. Pengonsumsi Karbohidrat Olahan

Orang yang sering mengonsumsi makanan seperti roti putih, mi instan, kue, atau makanan olahan lainnya juga sebaiknya mengurangi nasi putih dalam jumlah besar. Pola makan yang didominasi karbohidrat olahan umumnya memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral yang lebih rendah. Dalam jangka panjang, pola makan ini dapat mempengaruhi kesehatan metabolik dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Oleh karena itu, kelompok ini disarankan untuk mengurangi nasi putih dan memperbanyak sumber karbohidrat yang lebih bergizi.

5. Individu yang Jarang Beraktivitas Fisik

Aktivitas fisik sangat penting untuk membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Bagi mereka yang jarang bergerak atau menjalani gaya hidup sedentari, konsumsi nasi putih dalam jumlah besar dapat menyebabkan kelebihan asupan energi. Jika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar, berat badan dapat meningkat seiring waktu. Oleh karena itu, orang yang kurang aktif secara fisik sebaiknya mengurangi konsumsi nasi putih, terutama jika porsinya berlebihan dan tidak diimbangi dengan aktivitas yang memadai.