MADIUN – Serda Hengki Noto Susanto, seorang prajurit TNI yang gugur dalam ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Puspalad Madiun, Jawa Timur, dikenang oleh keluarganya sebagai sosok yang sangat sederhana. Kesederhanaan tersebut terlihat dari kebiasaan sehari-harinya, terutama saat makan. Istrinya, Fitria Chandra Irawan, menyatakan bahwa suaminya tidak pernah meminta hidangan yang istimewa. Bagi Serda Hengki, makanan rumahan yang sederhana sudah lebih dari cukup. "Enggak aneh-aneh, tempe goreng, yang penting ada sambal, lauk, sayur kuah. Enggak pernah macam-macam minta ini, itu, enggak, kecuali kalau makan bersama baru beliau yang pilih," ungkap Fitria saat ditemui di rumah duka di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, pada Jumat (17/7/2026).
Kebiasaan tersebut menjadi salah satu kenangan yang paling membekas di ingatan Fitria. Setiap pagi sebelum berangkat bekerja, mereka selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama. "Pagi itu saya masih duduk bersama, makan, masih saya ambilkan takaran nasi sesuai takarannya," kenangnya. Namun, kini rutinitas sederhana itu hanya tinggal kenangan setelah Serda Hengki gugur dalam insiden ledakan di Gupusmu, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Perhatian Terhadap Keluarga
Selain dikenal sebagai sosok yang sederhana, Serda Hengki juga merupakan suami yang sangat memperhatikan keluarganya. Pada pagi terakhir sebelum bertugas, ia masih sempat mengurus semua keperluan perjalanan istrinya yang akan berangkat ke Solo. "Pagi itu (Serda Hengki) mau booking-kan tiket saya ke Solo, ya ada acara kerja," jelas Fitria. "Iya, (tiket) kereta sama tempat istirahat. Kan berdua saya sama teman. Tapi karena saking gemati-nya bapak (saking perhatiannya), semuanya diurusin. Pokoknya saya diurusin, dicarikan yang terbaik. Pokoknya saya terima beres," tambahnya.
Sebelum ledakan terjadi, Serda Hengki juga sempat mengirim pesan melalui WhatsApp kepada Fitria. "Tapi wallahu a'lam, pagi mungkin setelah apel atau apa tidak tahu (Serda Hengki) WA, saya balas jam 09.00 WIB sudah tidak bisa," jelasnya.
Ajarkan Kemandirian
Dalam pandangan Fitria, Serda Hengki bukan hanya suami yang bertanggung jawab, tetapi juga sosok yang selalu mengajarkan pentingnya kemandirian kepada keluarganya. "Semua berkesan, cuma beliau selalu mengajarkan saya harus bisa apa-apa sendiri, harus mandiri, karena bagaimanapun ya kita akan semuanya sendiri, berdiri sendiri," terangnya. Pesan tersebut selalu diulang oleh Serda Hengki kepada istrinya, termasuk harapannya agar anak-anak mereka kelak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Selain itu, Serda Hengki juga selalu menempatkan ibadah sebagai prioritas dalam kehidupan keluarga. "Bapak bertanggung jawab, mampu mengarahkan ini, mampu mengarahkan ke ibadah. Pokoknya salat nomor satu," tutup Fitria.
Ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, menyebabkan Serda Hengki Noto Susanto gugur saat bertugas. Sementara itu, enam prajurit lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di RSUD Caruban.