BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 10:10 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Senin, 06 Jul 2026 20:55 WIB

Lima Langkah Optimal untuk Pemulihan Tubuh Setelah Berolahraga

06 Jul 2026, 20:55 WIB 76x dibaca 4 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
B
Bima Mandala Sakti 76x dibaca · 4 menit baca
Ilustrasi. Pemulihan setelah olahraga sangat penting untuk dilakukan. (iStock/kazuma seki)
Ilustrasi. Pemulihan setelah olahraga sangat penting untuk dilakukan. (iStock/kazuma seki)

Setelah berolahraga, banyak orang lebih fokus pada asupan makanan sebelum aktivitas fisik, seperti memilih karbohidrat yang tepat, mengonsumsi camilan, dan memastikan kecukupan hidrasi. Namun, langkah-langkah pemulihan setelah berolahraga juga sangat penting. Dalam satu jam pertama setelah melakukan aktivitas fisik, tubuh berada dalam fase krusial untuk memperbaiki jaringan yang rusak, mengisi kembali cadangan energi, dan mempersiapkan diri untuk aktivitas selanjutnya.

Krissy Ladner, Direktur Pendidikan Nutrisi dan Kinerja Olahraga di Herbalife, menekankan bahwa pemulihan sering kali diabaikan, padahal proses ini sangat penting untuk membantu tubuh kembali bugar, mengurangi rasa pegal, dan menjaga kebugaran dalam jangka panjang. Ia memperkenalkan lima langkah pemulihan atau yang dikenal dengan 5R, yang dapat diikuti oleh siapa saja setelah berolahraga.

1. Replenish: Isi Kembali Energi Tubuh

Selama berolahraga, terutama dengan intensitas sedang hingga tinggi, tubuh menggunakan cadangan karbohidrat (glikogen) sebagai sumber energi. Cadangan ini akan berkurang, sehingga perlu segera diisi kembali. Tanda bahwa tubuh banyak menggunakan glikogen adalah saat napas terasa berat dan sulit berbicara. Dalam satu jam pertama setelah berolahraga, disarankan untuk mengonsumsi sekitar 30-60 gram karbohidrat. Ini bisa dipenuhi dengan semangkuk nasi dengan lauk rendah lemak, roti gandum dengan protein, kentang, buah-buahan, atau smoothie yang mengandung buah dan oat. Mengisi kembali energi membantu tubuh pulih lebih cepat dan mengurangi rasa lelah setelah beraktivitas.

2. Repair: Perbaiki Jaringan Otot

Aktivitas fisik dapat menyebabkan kerusakan kecil pada serat otot. Proses perbaikan ini sangat penting agar otot menjadi lebih kuat. Untuk mendukung proses tersebut, tubuh memerlukan protein berkualitas tinggi sebagai bahan pembangun jaringan. Ladner menyarankan untuk mengonsumsi sekitar 15-30 gram protein setelah berolahraga, yang bisa berasal dari ayam, ikan, telur, susu, yogurt, tahu, tempe, atau minuman tinggi protein. Kombinasi karbohidrat dan protein dengan rasio sekitar 3:1 juga dianjurkan, yang bisa didapatkan dari smoothie yang mengandung buah beku, oat, susu atau susu nabati, serta tambahan protein sesuai kebutuhan.

3. Reinforce: Dukung Proses Pemulihan dari Dalam

Pemulihan tidak hanya sekadar mengembalikan energi dan memperbaiki otot, tetapi juga menjaga kesehatan sel, sistem imun, dan saraf. Untuk itu, penting untuk mengonsumsi makanan utuh yang kaya akan antioksidan dan senyawa antiinflamasi, seperti buah-buahan, sayuran berwarna, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun. Beberapa bahan pangan, seperti jus ceri asam, terbukti dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah latihan berat dan berpotensi meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, kunyit yang mengandung kurkumin juga memiliki efek antiinflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri. Namun, Ladner mengingatkan bahwa bahan-bahan ini bukan solusi instan, dan manfaat terbaik akan diperoleh jika dikombinasikan dengan pola makan sehat dan kebiasaan hidup yang baik secara keseluruhan.

4. Rehydrate: Kembalikan Cairan dan Elektrolit

Selama berolahraga, tubuh kehilangan cairan dan elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium melalui keringat. Untuk olahraga ringan yang tidak menyebabkan banyak berkeringat, air putih biasanya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan. Namun, setelah aktivitas yang berat atau berlangsung lama, tubuh memerlukan tambahan elektrolit melalui makanan atau minuman untuk mengembalikan keseimbangan cairan. Natrium, misalnya, berperan penting dalam membantu tubuh mempertahankan cairan, sehingga proses rehidrasi menjadi lebih efektif. Cara sederhana untuk mengetahui apakah tubuh sudah cukup terhidrasi adalah dengan memperhatikan warna urine; warna kuning pucat menunjukkan hidrasi yang baik, sedangkan warna yang lebih gelap bisa menjadi tanda kekurangan cairan.

5. Rest: Jangan Lupakan Istirahat

Langkah terakhir ini sering dianggap sepele, padahal sangat penting dalam proses pemulihan. Saat tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan yang membantu memperbaiki jaringan dan membangun kembali otot. Waktu istirahat yang cukup juga berkontribusi menurunkan risiko cedera dan menjaga performa tubuh dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pemulihan tidak hanya bergantung pada makanan atau minuman yang dikonsumsi, tetapi juga pada kualitas tidur dan waktu yang diberikan kepada tubuh untuk beristirahat.

Prinsip 5R ini bermanfaat tidak hanya bagi mereka yang rutin berlatih berat, tetapi juga bagi siapa pun yang berolahraga untuk menjaga kesehatan, menurunkan berat badan, atau meningkatkan kebugaran. Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, manfaat olahraga dapat terus dirasakan bahkan setelah sesi latihan selesai, melalui proses pemulihan yang optimal.