BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 13:33 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Jumat, 31 Jul 2026 16:55 WIB

Mahasiswi Undana Kupang Alami Depresi, Dapat Dukungan Psikologis Setelah 12 Kali Batal Sidang Skripsi

31 Jul 2026, 16:55 WIB 57x dibaca 3 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
G
Galih Lingga Pradipta 57x dibaca · 3 menit baca
Mahasiswi Undana Kupang Alami Depresi, Dapat Dukungan Psikologis Setelah 12 Kali Batal Sidang Skripsi
regional.kompas.com

KUPANG – Perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa kembali mencuat setelah kasus yang menimpa Jessica Sofia Tunardjo, seorang mahasiswi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang. Jessica menjadi viral di media sosial akibat dugaan depresi yang dialaminya setelah 12 kali batal sidang skripsi, yang berdampak pada kesehatan fisiknya hingga memerlukan perawatan di rumah sakit.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung FKM Undana pada Kamis (30/7/2026), Dekan FKM, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt, M.Kes, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi mahasiswanya. "Saya sangat menyesal dengan kejadian seperti ini dan ini bukan merupakan harapan kita. Harapan kita adalah menjadi fakultas yang memberikan pelayanan terbaik, terutama kepada mahasiswa sebagai stakeholder utama kami," ungkapnya.

Langkah Tanggap Pihak Fakultas

Setelah mendengar kabar mengenai kondisi Jessica pada Rabu pagi, pimpinan fakultas segera mengadakan rapat koordinasi internal yang melibatkan berbagai pihak, termasuk wakil dekan dan ketua program studi, untuk mengumpulkan informasi dan menentukan langkah penanganan yang tepat. "Prinsip kami satu, persoalan ini harus segera diselesaikan karena dosen dan mahasiswa merupakan keluarga besar FKM," tegas Apris.

Pihak fakultas juga telah berkoordinasi dengan dosen pembimbing dan dosen penguji untuk mengidentifikasi penyebab tekanan akademik yang dialami Jessica. Namun, klarifikasi terhadap salah satu dosen penguji masih tertunda karena yang bersangkutan sedang berduka. "Kami memberikan kesempatan satu sampai dua hari agar beliau dapat melewati masa dukanya. Setelah itu kami akan memperoleh informasi secara lengkap dari semua pihak," jelasnya.

Kunjungan ke Rumah Sakit dan Dukungan Psikologis

Sebagai bentuk kepedulian, Prof. Apris dan jajaran pimpinan FKM mengunjungi Jessica di Rumah Sakit Wirasakti Kupang pada Rabu sore. Dalam kunjungan tersebut, mereka bertemu dengan teman-teman Jessica dan orang tua angkatnya. "Kami datang sebagai orang tua untuk memberikan semangat dan dukungan kepada Jessica agar segera pulih dan kembali menjalankan aktivitasnya sebagai mahasiswa," kata Apris.

Pihak fakultas memastikan bahwa seluruh sivitas akademika FKM Undana mendukung pemulihan Jessica, baik secara fisik maupun mental. Prof. Apris menjelaskan bahwa pendampingan tidak hanya terbatas pada kunjungan di rumah sakit. Fakultas akan bekerja sama dengan Tim Kesehatan Mental Undana untuk memberikan dukungan psikologis yang intensif setelah kondisi Jessica membaik. "Undana memiliki tim kesehatan mental yang melibatkan dosen-dosen psikologi. Nanti setelah kondisi Jessica memungkinkan, kami akan melakukan pendampingan bersama tim tersebut," ungkapnya.

Prioritas utama saat ini adalah kesembuhan Jessica sebelum melanjutkan proses investigasi internal atau kelanjutan akademiknya. "Kita urus dulu anak ini supaya pulih. Setelah itu baru kita masuk ke tahapan berikutnya. Jadi mohon semua pihak bersabar," pinta Apris.

Jessica dikenal sebagai mahasiswi berprestasi dengan rekam jejak akademik yang baik, dan pihak kampus berharap ia dapat segera melewati masa sulit ini dan menyelesaikan tugas akhirnya. "Kami membutuhkan dia untuk kembali kuliah. Dia anak yang pintar dan kami berharap bisa segera pulih serta melanjutkan ujian hasilnya," tutup Prof. Apris.