BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 08:46 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 18 Mei 2026 16:08 WIB

Menelusuri Gagak Winangsih, Simbol Sejarah Pemerintahan Indramayu

18 Mei 2026, 16:08 WIB 17x dibaca 2 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
R
Rizky Ananta 17x dibaca · 2 menit baca
Menelusuri Gagak Winangsih, Simbol Sejarah Pemerintahan Indramayu
bandung.kompas.com

INDRAMAYU - Sebelum Indramayu resmi menjadi salah satu kabupaten di Jawa Barat, daerah ini memiliki lambang yang khas. Lambang tersebut berupa burung gagak yang dikenal dengan sebutan Gagak Winangsih. Hingga saat ini, masyarakat masih dapat menyaksikan keberadaan lambang bersejarah ini, terutama ketika melintas di Jalur Pantura Indramayu, di Bunderan putar arah Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra. Tugu yang melambangkan Gagak Winangsih ini berdiri megah dan menjulang tinggi.

Sejarah Gagak Winangsih

Ketua Yayasan Indramayu Historia, Nang Sadewo, mengungkapkan bahwa Gagak Winangsih mulai digunakan sebagai simbol Kademangan Dharma Ayu Nagari atau Pedukuhan Cimanuk (nama awal Indramayu) pada sekitar tahun 1750-an. “Lambang ini diperkenalkan pada masa kepemimpinan Raden Sawedi yang bergelar Wiralodra III,” jelasnya. Secara visual, Gagak Winangsih digambarkan sebagai burung gagak dengan sayap berwarna keemasan, serta dilengkapi dengan Cakra Udaksana di bagian belakangnya, yang merupakan senjata pusaka milik pendiri Indramayu, Raden Bagus Arya Wiralodra. Di sisi kiri dan kanan Cakra Udaksana terdapat dua tombak yang disusun menyerong.

Makna di Balik Lambang

Nang Sadewo juga menjelaskan filosofi yang terkandung dalam lambang ini. Gagak Winangsih melambangkan kegigihan masyarakat pesisir Indramayu dalam membangun peradaban di muara Sungai Cimanuk, mencerminkan sifat burung gagak yang dikenal sebagai makhluk yang gigih dan tak kenal menyerah dalam mencari makanan. Selain itu, lambang ini juga merepresentasikan kebanggaan, wibawa, keberanian, serta semangat masyarakat yang dilandasi cinta kasih. “Ini adalah simbol dedikasi dan tanggung jawab 'Wong Dermayu' dalam berusaha dan berkarya,” ungkapnya.

Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa tugu Gagak Winangsih di Jalur Pantura Indramayu dibangun sekitar tahun 2015-2016, dengan tinggi sekitar 4 meter dan lebar 5 meter. Masyarakat yang ingin melihat lebih dekat lambang ini dapat mengunjungi Museum Bandar Cimanuk di Jalan Veteran Indramayu, di mana terdapat arsip foto lambang Gagak Winangsih yang tersimpan dengan rapi.

Sadewo menambahkan bahwa foto lambang tersebut dipajang sebagai sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, terutama generasi muda. “Kami juga menyimpan foto lambang Gagak Winangsih ini di Museum Bandar Cimanuk sebagai bahan edukasi kepada masyarakat,” tutupnya.