BREAKING Sabtu, 13 Jun 2026 20:41 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 13 Jun 2026 19:00 WIB

Menelusuri Tradisi Gubyag Balong di Purwakarta, Saat Warga Berburu Ikan dengan Tangan Kosong

13 Jun 2026, 19:00 WIB 1x dibaca 2 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 1x dibaca · 2 menit baca
Menelusuri Tradisi Gubyag Balong di Purwakarta, Saat Warga Berburu Ikan dengan Tangan Kosong
bandung.kompas.com

PURWAKARTA – Tradisi gubyag balong, yang merupakan kegiatan menangkap ikan secara kolektif menggunakan tangan kosong di kolam, kembali diadakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-195 Kota Purwakarta dan Hari Jadi ke-58 Kabupaten pada tahun 2026. Acara ini berlangsung di Lembur Harepan, Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada hari Sabtu, 13 Juni 2026, dan disambut dengan antusias oleh ratusan warga setempat.

Warga berbondong-bondong masuk ke dalam balong untuk menangkap ikan yang telah ditebar sebelumnya oleh panitia. Salah satu peserta, Deni, yang berusia 42 tahun, mengungkapkan kebahagiaannya mengikuti tradisi yang penuh nilai kebersamaan ini. “Senang bisa ikut gubyag balong. Lumayan dapat ikan, ini juga jadi hiburan dan silaturahmi warga. Tadi meriah banget,” ujarnya.

Antusiasme Masyarakat dalam Tradisi Gubyag Balong

Hal serupa juga disampaikan oleh Irfan, seorang warga berusia 35 tahun, yang menilai bahwa tradisi gubyag balong memiliki daya tarik tersendiri karena melibatkan semua kalangan masyarakat. “Jarang ada kegiatan yang bisa dinikmati semua kalangan seperti ini. Anak-anak, orang tua, semuanya bisa ikut. Mudah-mudahan tradisi seperti ini terus dilestarikan,” katanya.

Perayaan Hari Jadi Purwakarta

Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, menjelaskan bahwa gubyag balong dipilih sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi Purwakarta agar seluruh masyarakat dapat merasakan kemeriahan perayaan tersebut. “Hari ini kita melaksanakan gubyag balong sebagai pamuka lawang rangkaian Hari Jadi ke-195 Kota Purwakarta dan ke-58 Kabupaten Purwakarta tahun 2026. Kita ingin seluruh aktivitas dalam rangka hari jadi Purwakarta ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Midan.

Dalam kegiatan perdana ini, pemerintah menebarkan sekitar 400 kilogram ikan ke dalam balong. Tradisi serupa juga direncanakan akan dilaksanakan secara serentak di 17 kecamatan pada 20 Juni 2026, dengan alokasi tiga kuintal ikan di setiap lokasi. Midan menambahkan bahwa konsep perayaan tahun ini diperluas hingga tingkat kecamatan agar masyarakat tidak hanya terpusat pada kegiatan di ibu kota kabupaten. “Kalau dulu seluruh kegiatan difokuskan di tingkat kabupaten, sekarang kita dorong agar kecamatan juga menyelenggarakan kegiatan masing-masing. Jadi masyarakat tidak perlu selalu datang ke pusat kabupaten untuk merasakan kemeriahan hari jadi Purwakarta,” jelasnya.

Selain gubyag balong, berbagai kegiatan lain juga telah disiapkan, mulai dari Safari Cinta, istigasah, ziarah ke Makam Syekh Baing Yusuf, Muru Indung Cai, hingga berbagai perlombaan tradisional yang akan diadakan di masing-masing kecamatan.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menambahkan bahwa peringatan Hari Jadi Purwakarta tahun ini dirancang untuk menjadi pesta rakyat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap semua warga berpartisipasi dan menyemarakkan berbagai kegiatan yang telah disiapkan, sehingga momentum ini dapat memperkuat kebersamaan dan kecintaan terhadap Purwakarta.