BREAKING Minggu, 16 Agt 2026 19:38 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 20 Jul 2026 00:55 WIB

Minibus Meledak Diduga Angkut BBM Ilegal, Dua Rumah Terbakar di Polewali Mandar

20 Jul 2026, 00:55 WIB 81x dibaca 2 menit baca makassar.kompas.com makassar.kompas.com
H
Hana Salsabila Zaid 81x dibaca · 2 menit baca
Minibus Meledak Diduga Angkut BBM Ilegal, Dua Rumah Terbakar di Polewali Mandar
makassar.kompas.com

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Sebuah kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dekat dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam, 18 Juli 2026, ini dengan cepat melahap dua rumah warga serta sebuah minibus yang terparkir di lokasi.

Peristiwa yang menegangkan ini diduga berawal dari sebuah minibus yang terparkir di depan rumah salah satu warga. Api yang muncul secara tiba-tiba dari dalam kendaraan tersebut dengan cepat membesar. Terdapat dugaan bahwa minibus itu telah dimodifikasi untuk mengangkut bahan bakar minyak ilegal dalam jumlah besar, sehingga muatan yang mudah terbakar tersebut membuat api sulit dipadamkan dan menyebar cepat ke bangunan di sekitarnya.

Upaya Pemadaman yang Sulit

Warga setempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, tetapi kobaran api yang besar membuat usaha tersebut gagal. Dalam waktu singkat, api telah meludeskan dua rumah dan satu minibus, sementara sebuah rumah lainnya mengalami kerusakan akibat panas yang ditimbulkan.

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar menerima laporan darurat dan segera mengirimkan tiga unit truk pemadam beserta 12 personel terlatih ke lokasi kejadian. Proses pemadaman berlangsung intensif selama sekitar 50 menit. Kepala UPTD Damkar Polman, Muhammad Imran, menjelaskan bahwa timnya menghadapi tantangan besar dalam upaya pemadaman.

"Dalam proses pemadaman, kami menghadapi sejumlah kendala, terutama tingginya risiko ledakan akibat adanya muatan bahan bakar minyak di dalam kendaraan tersebut. Untuk mengendalikannya, kami menerapkan teknik pendinginan, penyelimutan, lokalisir, hingga memutus rantai unsur api agar kobaran tidak meluas lebih jauh," ujar Imran.

Penyelidikan Polisi

Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka dalam insiden kebakaran ini. Namun, kerugian material yang diderita oleh pemilik bangunan dan kendaraan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini, pihak kepolisian telah memasang garis pengamanan di lokasi kejadian untuk sterilisasi tempat kejadian perkara (TKP) dan sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk menentukan penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana terkait pengangkutan BBM ilegal.