BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 02:00 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Kamis, 11 Jun 2026 00:44 WIB

Momen Bahlil Meminta Izin untuk Memanggil Prabowo "Kakanda" di Munas HIPMI

11 Jun 2026, 00:44 WIB 11x dibaca 3 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 11x dibaca · 3 menit baca
Momen Bahlil Meminta Izin untuk Memanggil Prabowo "Kakanda" di Munas HIPMI
regional.kompas.com

BANDAR LAMPUNG - Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Ballroom Hotel Novotel Bandar Lampung pada Rabu, 10 Juni 2026, berlangsung dalam suasana formal yang kemudian mencair saat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia naik ke podium. Dalam kesempatan tersebut, Bahlil yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan HIPMI menarik perhatian banyak orang ketika meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memanggilnya dengan sebutan "Kakanda". Momen ini terjadi saat Prabowo hadir dalam pembukaan Munas yang diadakan di Bandar Lampung.

Presiden Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 14.06 WIB. Suasana resmi yang awalnya kaku berubah menjadi lebih akrab ketika Bahlil menyampaikan salam pembuka kepada para pejabat yang hadir.

Bahlil Minta Izin Panggil Prabowo “Kakanda”

Pada awal pidatonya, Bahlil menyapa Ketua MPR RI Ahmad Muzani dengan sebutan “Kanda”. Setelah itu, ia beralih menatap Presiden Prabowo yang duduk di barisan depan dan meminta izin secara terbuka untuk memanggilnya “Kakanda”. “Kalau Bapak berkenan, saya izin Bapak, dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Bahlil dari balik mikrofon podium. Permintaan tersebut disambut dengan riuh oleh peserta Munas HIPMI, di mana sekitar 2.000 pengusaha muda yang hadir bersorak dan bertepuk tangan. Prabowo terlihat tersenyum mendengar permintaan tersebut.

Bahlil Menjelaskan Alasannya

Setelah itu, Bahlil menjelaskan alasan di balik keinginannya untuk memanggil Prabowo dengan sebutan “Kakanda”. Ia menyatakan bahwa sapaan tersebut mencerminkan kedekatan dan kekeluargaan yang selama ini terjalin dalam lingkungan HIPMI. Bahlil juga melontarkan candaan bahwa dengan sapaan tersebut, aspirasi para pengusaha bisa lebih cepat tersampaikan kepada pemerintah. “Biar lebih dekat Pak, supaya olahannya cepat masuk,” tambah Bahlil, yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Momen ini menunjukkan gaya komunikasi Bahlil yang lugas, spontan, dan sering diselingi humor.

Walaupun suasana akrab, Munas XVIII HIPMI tetap membahas agenda penting bagi organisasi pengusaha muda tersebut. Forum ini mengangkat tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional”, menjadi ruang bagi pengusaha muda untuk membahas kontribusi mereka terhadap program ekonomi pemerintah. Beberapa isu yang menjadi fokus antara lain kemandirian energi, hilirisasi, penguatan UMKM, serta ekonomi daerah. Selain itu, Munas ini juga memiliki agenda pemilihan ketua umum baru untuk periode 2026-2029 dan membahas perubahan aturan internal organisasi agar lebih sesuai dengan perkembangan bisnis digital.

Kehadiran Presiden Prabowo bersama sejumlah menteri kabinet dalam Munas XVIII HIPMI menunjukkan posisi strategis organisasi tersebut di mata pemerintah. HIPMI dikenal sebagai organisasi yang telah melahirkan banyak tokoh pengusaha dan pejabat publik. Beberapa tokoh nasional yang pernah aktif di HIPMI antara lain Bahlil Lahadalia, Erick Thohir, Rosan P Roeslani, Sandiaga Uno, Aburizal Bakrie, dan Agung Laksono. Keakraban yang terjalin dalam forum ini mencerminkan kedekatan antara pemerintah dan kalangan pengusaha muda.