Kesehatan

Pakar: Hantavirus Jenis Andes Tidak Ditemukan di Indonesia

Seorang ahli infeksi tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia menegaskan bahwa Hantavirus jenis Andes yang teridentifikasi di kapal pesiar MV Hondius tidak pernah ada di Indonesia.

S
Sabrina Aulia Rahma
09 May 2026 8 pembaca
Pakar: Hantavirus Jenis Andes Tidak Ditemukan di Indonesia
Ilustrasi. Pakar infeksi tropik IDAI Dominicus Husada memastikan Hantavirus jenis Andes yang mewabah di MV Hondias belum pernah ditemukan di Indonesia. (iStockphoto/Md Saiful Islam Khan)

Jakarta, CNN Indonesia -- Dominicus Husada, seorang pakar infeksi tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menegaskan bahwa Hantavirus jenis Andes yang saat ini mewabah di kapal pesiar MV Hondius tidak pernah ditemukan di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa tidak semua tikus membawa jenis hantavirus yang sama, dan setiap spesies tikus dapat membawa virus yang berbeda.

“[Hantavirus] Andes enggak ada di Indonesia. Kita belum pernah menemukan virus Andes di sini,” ungkap Dominicus dalam sebuah media briefing IDAI yang berlangsung pada Jumat (8/5). Ia juga mencatat bahwa tikus yang menjadi pembawa virus tersebut tidak ada di Amerika Utara atau Kanada, melainkan hanya ditemukan di wilayah Amerika Selatan seperti Argentina dan Chile. Sementara itu, kasus Hantavirus yang ada di Indonesia berasal dari jenis lain yang berkaitan dengan tikus lokal.

Variasi dan Penyebaran Hantavirus

Dominicus menambahkan bahwa Hantavirus bukanlah satu jenis virus tunggal, melainkan merupakan kelompok besar yang terdiri dari puluhan varian yang tersebar di berbagai belahan dunia, tergantung pada spesies tikus yang menjadi pembawanya. Ia menyatakan bahwa para peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 40 jenis hantavirus, meskipun tidak semuanya dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

“Nah, berbeda tikus, berbeda nama, berbeda tikus, berbeda virus. Kita sudah mengidentifikasi lebih dari 40 virus. Dua puluh dua di antaranya sudah dapat menyebabkan penyakit,” jelasnya. Beberapa jenis hantavirus yang dikenal serta hewan pengerat yang menjadi pembawanya antara lain:

  • Andes virus: long-tailed pygmy rice rat
  • Hantavirus di China dan Korea: striped field mouse
  • Seoul virus: brown rat
  • Puumala virus: bank vole
  • Dobrava-Belgrade virus di Eropa dan Asia: yellow-necked mouse

Pencegahan Penularan Hantavirus

Walaupun demikian, Dominicus mengingatkan bahwa beberapa jenis tikus yang ada di Indonesia mungkin dapat berkaitan dengan Hantavirus tertentu. Oleh karena itu, pencegahan penularan tetap harus difokuskan pada penghindaran kontak dengan hewan pengerat serta menjaga kebersihan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa penularan virus paling sering terjadi ketika manusia menghirup partikel virus yang berasal dari urine, kotoran, atau liur tikus yang terinfeksi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membersihkan kotoran tikus dengan cara disapu kering, karena hal tersebut dapat menyebabkan partikel virus beterbangan di udara.

Artikel Terkait