BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 13:35 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 27 Jul 2026 07:32 WIB

Pemuda Pesawaran Diduga Tenggelam Setelah Kendaraannya Terjun ke Saluran Irigasi

27 Jul 2026, 07:32 WIB 63x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
S
Shinta Islamadina 63x dibaca · 2 menit baca
Pemuda Pesawaran Diduga Tenggelam Setelah Kendaraannya Terjun ke Saluran Irigasi
regional.kompas.com

LAMPUNG TIMUR – Andre Saputra (20) mengalami nasib tragis dalam perjalanan pulangnya dari Kecamatan Sekampung menuju Kota Metro, Provinsi Lampung. Pemuda yang berasal dari Desa Enggal Mulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, diduga tenggelam setelah sepeda motor yang ia kendarai terjun ke saluran irigasi Batanghari pada malam hari, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dalam perjalanan tersebut, Andre berkendara bersama teman-temannya. Namun, saat melewati kawasan Kecamatan Batanghari, ia diduga tidak menyadari adanya tikungan yang menyebabkan ia kehilangan kendali atas kendaraannya. Akibatnya, sepeda motor yang ia kendarai masuk ke dalam saluran irigasi dengan arus yang cukup deras.

Pencarian yang Dihentikan Sementara

Rekan-rekan Andre segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, namun mereka tidak berhasil menemukan Andre. Laporan mengenai insiden ini diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung dari Polsek Batanghari pada pukul 23.46 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim rescue segera berangkat ke lokasi dan tiba sekitar pukul 01.15 WIB untuk bergabung dengan unsur SAR lainnya.

Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian dengan mempertimbangkan karakteristik aliran irigasi dan kemungkinan korban terbawa arus. Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), di mana SRU I menyusuri aliran irigasi menggunakan perahu karet sejauh sekitar 7,2 kilometer, sementara SRU II melakukan penyisiran di darat sepanjang 4 kilometer.

Tantangan dalam Operasi Pencarian

Kepala Kantor Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah, menyatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan dari kepolisian. "Begitu laporan kami terima, tim rescue segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan. Fokus kami adalah memaksimalkan golden time pencarian dengan memperhitungkan kondisi arus di lokasi kejadian," ujarnya.

Deden juga mengungkapkan bahwa derasnya aliran irigasi menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian. "Arus saluran irigasi di lokasi cukup kuat. Karena itu, setiap personel kami minta tetap mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan operasi SAR agar pencarian dapat berlangsung secara efektif," tambahnya. Hingga Minggu (26/7/2026) sore, Andre masih belum ditemukan, dan tim SAR Gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasi dan melanjutkan pencarian pada Senin (27/7/2026) pukul 07.00 WIB.

Deden memastikan bahwa area pencarian akan terus dievaluasi berdasarkan hasil penyisiran sebelumnya dan potensi pergerakan korban akibat arus. "Operasi akan kami lanjutkan pada hari ketiga dengan melakukan evaluasi terhadap titik-titik yang sudah disisir. Kami berharap korban dapat segera ditemukan sehingga bisa diserahkan kepada pihak keluarga," ungkapnya.

Operasi pencarian ini melibatkan Basarnas Lampung, Polsek Batanghari, Kodim dan Koramil Batanghari, BPBD Kabupaten Lampung Timur, BPBD Kota Metro, Tagana, keluarga korban, serta warga sekitar.