BREAKING Minggu, 16 Agt 2026 21:30 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Kamis, 16 Jul 2026 18:40 WIB

Penangkapan Pelaku Penikaman di Samarinda, Pisau Dibuang ke Tempat Sampah

16 Jul 2026, 18:40 WIB 92x dibaca 3 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
B
Bagas Prakoso 92x dibaca · 3 menit baca
Penangkapan Pelaku Penikaman di Samarinda, Pisau Dibuang ke Tempat Sampah
regional.kompas.com

SAMARINDA – Polisi berhasil menangkap seorang pria berinisial HK (20) yang terlibat dalam penikaman dua pemuda di Jalan Siradj Salman, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Selasa (14/7/2026). Penangkapan dilakukan sekitar pukul 04.40 Wita, hanya beberapa jam setelah insiden penikaman yang terjadi pada pukul 01.20 Wita dini hari.

Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, menjelaskan bahwa penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Jatanras Polresta Samarinda dan Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu setelah melakukan penyelidikan cepat dan pengejaran terhadap pelaku. "Pelaku berhasil diamankan ketika bersembunyi di sebuah warung yang berada tidak jauh dari lokasi penikaman," ungkap Asriadi saat dikonfirmasi.

Penyitaan Barang Bukti

Selain menangkap pelaku tanpa perlawanan, polisi juga menyita sebuah pisau dapur yang diduga digunakan untuk menusuk kedua korban. Pisau tersebut ditemukan tersembunyi di dalam bak sampah di kawasan Simpang Pasundan. Asriadi menjelaskan bahwa lokasi penyimpanan barang bukti tersebut terungkap setelah pelaku mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa ia membuang pisau tersebut setelah melakukan penikaman. "Saat diinterogasi pelaku mengaku sajamnya dibuang ke dalam bak sampah, kemudian langsung diamankan di lokasi yang disebutkan pelaku," tambahnya.

Motif dan Kronologi Kejadian

Dalam insiden yang menegangkan tersebut, dua pemuda menjadi korban keganasan pelaku. Salah satu korban mengalami luka tikaman serius di bagian pinggang belakang, sedangkan korban lainnya mengalami luka robek di tangan kiri akibat sabetan senjata tajam. Sebelum dievakuasi ke rumah sakit, kedua korban yang terluka parah sempat berjalan terhuyung-huyung meminta bantuan kepada warga sekitar.

Seorang warga bernama Udin (30) menyatakan bahwa sebelum perkelahian terjadi, kedua kelompok pemuda tersebut diduga telah bersepakat untuk bertemu di lokasi guna menyelesaikan suatu masalah. "Awalnya mereka ketemuan. Infonya mau ngomong baik-baik soal balapan, tetapi tiba-tiba terjadi perkelahian di pencucian motor di atas itu," jelas Udin.

Menurut Udin, setelah keributan pecah, kedua korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah bawah jalan dan dikejar oleh sekitar enam orang dari kelompok lawan. "Salah satu korban yang kena tikam di pinggang itu minta tolong, kondisinya sudah berlumuran darah. Katanya dia dipukul terus ditikam pakai pisau," ungkap Udin.

Kelompok pelaku tidak hanya menganiaya korban, tetapi juga merusak sepeda motor milik salah satu korban. Warga setempat kemudian membantu menegakkan kembali motor tersebut setelah para pelaku melarikan diri. Kedua korban segera dievakuasi menggunakan mobil ambulans relawan ke Rumah Sakit Dirgahayu untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Setelah kejadian, polisi segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Hingga saat ini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa peristiwa ini dipicu oleh masalah balap liar, namun polisi belum dapat memastikan penyebab pastinya. "Motifnya masih kami dalami lagi," ujar Asriadi.

Asriadi menambahkan bahwa sejauh ini penyidik telah memeriksa dua orang saksi kunci untuk mengungkap kronologi dan motif dari peristiwa berdarah ini. "Sejauh ini sudah ada dua orang saksi yang kami periksa untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," tutupnya.