BREAKING Senin, 15 Jun 2026 02:23 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 15 Jun 2026 01:07 WIB

Pencarian Penumpang Perahu Tenggelam di Maluku Terhambat Cuaca Buruk

15 Jun 2026, 01:07 WIB 4x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
R
Rizky Ananta 4x dibaca · 2 menit baca
Pencarian Penumpang Perahu Tenggelam di Maluku Terhambat Cuaca Buruk
regional.kompas.com

AMBON - Pada Minggu (14/6/2026), pencarian terhadap delapan penumpang perahu cepat yang tenggelam di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Tim SAR mengalami kesulitan akibat cuaca yang tidak mendukung, sehingga mereka terpaksa menunda operasi pencarian.

Tim SAR dari Ambon dan Saumlaki telah memulai pencarian menggunakan Kapal Patroli KP. XVI-2006 milik Dit Polairud Polda Maluku. Mereka menyusuri lokasi kejadian yang berada di perairan Pulau Tepa, sekitar 103 Nautical Mile ke arah Barat dari Pelabuhan Yosudarso Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Namun, dalam operasi hari ketiga ini, tim SAR terhalang oleh kondisi cuaca yang buruk.

Penundaan Pencarian dan Keputusan Tim SAR

Estimasi waktu tiba di lokasi pencarian diperkirakan sekitar pukul 22.17 WIT di Pulau Tepa. Namun, pada pukul 15.15 WIT, Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, menerima laporan dari Koordinator Pos SAR Saumlaki bahwa Tim SAR Gabungan tidak dapat melanjutkan pencarian karena cuaca yang tidak mendukung. Akhirnya, tim memutuskan untuk menunda pencarian dan bermalam di Desa Namtabung, Kecamatan Selaru, KKT, dengan rencana melanjutkan operasi pada hari berikutnya.

Informasi Mengenai Perahu yang Tenggelam

Sebelumnya, perahu yang mengangkut sepuluh penumpang tenggelam saat dalam perjalanan dari Desa Sinairusi di Pulau Dai menuju Tepa di Pulau Babar pada 11 Juni 2026. Namun, informasi mengenai tenggelamnya perahu tersebut baru diterima pada 12 Juni 2026, sehari setelah kejadian. Dari sepuluh penumpang, dua di antaranya berhasil selamat dengan berenang ke tepi Pulau Dai, yaitu Yakob Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42).

Kedua penumpang tersebut selamat setelah berusaha berenang ke Desa Sinairusi dan meminta bantuan dari masyarakat setempat. Informasi mengenai kejadian ini kemudian disampaikan oleh KALAK BPBD Kabupaten MBD pada 12 Juni 2026. Masyarakat setempat telah melakukan pencarian terhadap delapan penumpang yang masih hilang, namun hingga saat ini hasilnya nihil, sehingga mereka meminta bantuan dari tim SAR.

Saat ini, masih terdapat delapan orang yang belum ditemukan, yaitu Anton Menahem, Asael Daniel, Yomima Waliana, Regina Unwakolu, Enderfina Siaran, Wulan Kelmury, Yoksan Unawekla, dan Marcelo Unawekla.