BATU, KOMPAS.com – Hasil resmi dari Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) untuk Kota Batu, Jawa Timur, belum diumumkan oleh Pemerintah Pusat. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu menyampaikan bahwa mereka masih menunggu rilis hasil dari pusat. Penundaan ini juga dialami oleh 12 kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur.
Informasi tersebut disampaikan melalui surat pemberitahuan Dinas Pendidikan Kota Batu dengan nomor 420/755/35.79.401/VI/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat. "Menindaklanjuti surat Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 1194/B/H3/PN.00/2026 tanggal 27 Juni 2026, bahwa Kota Batu beserta 12 Kabupaten/Kota belum masuk dalam daftar pengumuman OSN-K," ungkap Alfi Nurhidayat pada Minggu (5/7/2026).
Koordinasi dengan Sekolah
Alfi juga meminta kepada seluruh kepala sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk menyampaikan informasi ini kepada para guru, peserta OSN-K, dan orang tua agar tidak terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi. "Dimohon agar Bapak/Ibu Kepala Sekolah dapat menyampaikan kepada guru, siswa peserta OSN-K, dan orang tua siswa agar untuk bersabar terlebih dahulu," ujarnya.
Disdik Kota Batu masih melakukan koordinasi dengan Kepala Pusat Prestasi Nasional terkait pengumuman hasil OSN-K yang telah dilaksanakan. Mereka memastikan bahwa hasil kelulusan OSN-K akan diumumkan segera setelah data resmi diterima dari pemerintah pusat.
Isu Kelalaian Unggah Berkas
Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh kabar yang menyatakan bahwa tidak ada peserta didik dari Kota Batu yang lolos ke tingkat provinsi. Hal ini diduga disebabkan oleh kelalaian Disdik Kota Batu dalam mengunggah berkas persyaratan OSN. Menanggapi isu tersebut, Kepala Bidang SMP Disdik Kota Batu, Cahyawisesa Sri Rama Atmaja, menegaskan bahwa pelaksanaan OSN tingkat kota telah berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
"OSN tingkat kota sudah kita laksanakan di SMPN 2 yang secara sarana dan prasarana sangat memadai. Untuk jenjang SD dilaksanakan pada 8 Juni, sedangkan SMP pada 11 Juni," jelas Cahyawisesa saat dikonfirmasi pada Minggu (28/6/2026).
Dia mengakui bahwa pihaknya sempat diminta untuk melengkapi dokumen yang dianggap kurang, namun semua kekurangan tersebut telah dipenuhi dan diunggah kembali. "Memang kami pernah dimintai untuk melengkapi kekurangan dokumen yang diunggah, dan sudah kami penuhi. Kami juga sudah menginformasikan kepada admin pusat bahwa upload atas kekurangan dokumen tersebut telah dilakukan," tambahnya.
Cahyawisesa juga membantah tuduhan bahwa tidak adanya hasil pengumuman disebabkan oleh kelalaian Dinas Pendidikan Kota Batu dalam mengunggah berkas peserta.