BREAKING Sabtu, 13 Jun 2026 22:01 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Sabtu, 13 Jun 2026 10:02 WIB

Penyebab Sering Terbangun Pagi dan Solusinya

13 Jun 2026, 10:02 WIB 3x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
R
Reyhan Arifin 3x dibaca · 3 menit baca
Penyebab Sering Terbangun Pagi dan Solusinya
Ilustrasi. Terbangun jam 3 pagi, biasanya bikin susah tidur kembali. (Getty Images/Filmstax)

Apakah Anda sering terbangun pada pukul 3 pagi dan merasa sulit untuk kembali tidur meskipun tubuh masih lelah? Fenomena ini ternyata cukup umum dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ritme biologis tubuh, stres, serta gangguan tidur seperti insomnia. Penelitian menunjukkan bahwa tubuh mengalami perubahan hormon tertentu menjelang pagi, yang dapat membuat seseorang lebih mudah terbangun. Kondisi ini dikenal sebagai middle of the night awakening atau early morning awakening insomnia, di mana seseorang terbangun di tengah malam atau terlalu pagi dan mengalami kesulitan untuk tidur kembali.

Penyebab Terbangun Dini Hari

Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang berfungsi selama 24 jam, yang mengatur kapan seseorang merasa mengantuk dan kapan saatnya untuk bangun. Menurut studi mengenai fisiologi ritme sirkadian, hormon yang mengatur tidur dan bangun dipengaruhi oleh ritme sirkadian tersebut. Menjelang pagi, tubuh secara bertahap menurunkan kadar hormon melatonin yang membantu tidur dan meningkatkan hormon kortisol yang berhubungan dengan kewaspadaan dan energi.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terbangun dini hari antara lain:

1. Stres yang Mengganggu Tidur

Jika setelah terbangun di pagi hari pikiran Anda langsung aktif dan sulit untuk kembali rileks, hal ini mungkin disebabkan oleh stres dan kecemasan. Penelitian mengenai hubungan antara sumbu HPA dan tidur menunjukkan bahwa insomnia berkaitan dengan kondisi hyperarousal, di mana otak dan tubuh tetap dalam keadaan waspada bahkan saat malam hari. Akibatnya, seseorang lebih mudah terbangun dan sulit untuk tidur kembali.

2. Gangguan Fase Tidur

Pada beberapa orang, terbangun terlalu pagi juga dapat terkait dengan perubahan fase tidur atau ritme biologis yang maju. Jurnal tentang Advanced Sleep-Wake Phase Disorder menjelaskan bahwa kondisi ini menyebabkan seseorang merasa mengantuk lebih awal di malam hari, namun juga terbangun terlalu dini dan kesulitan untuk tidur kembali. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang tua atau mereka yang mengalami perubahan pola tidur, sehingga tubuh seolah "mengira" pagi datang lebih cepat.

3. Kualitas Tidur yang Buruk

Selain durasi tidur, kualitas tidur juga sangat berpengaruh terhadap kemungkinan terbangun di pagi hari. Penelitian yang dilakukan oleh Association of Sleep Duration and Quality With Alterations in Cortisol menemukan bahwa insomnia, tidur yang pendek, dan kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan perubahan pola hormon kortisol harian. Perubahan hormon ini membuat tubuh lebih rentan untuk terbangun di malam hari dan kesulitan untuk mempertahankan tidur hingga pagi.

Terbangun di dini hari sesekali masih dianggap normal, terutama saat mengalami stres, kelelahan, atau perubahan jadwal tidur. Namun, jika kondisi ini terjadi berulang kali selama berminggu-minggu dan menyebabkan tubuh tetap lelah di siang hari, mengganggu konsentrasi, serta memicu perubahan suasana hati, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli tidur untuk mencari penyebab yang lebih spesifik.

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, seperti:

  • Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari,
  • Mengurangi paparan layar sebelum tidur,
  • Meminimalkan konsumsi kafein di malam hari,
  • Mengelola stres,
  • Menjaga kenyamanan dan kegelapan kamar tidur.