BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 11:53 WIB
Berita Terkini Senin, 20 Jul 2026 15:58 WIB

Prabowo: Pemerintah Telah Atasi Lebih dari 108 Masalah dalam 18 Bulan

20 Jul 2026, 15:58 WIB 69x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
I
Ilham Saputra 69x dibaca · 3 menit baca
Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah telah berhasil menyelesaikan lebih dari 108 persoalan selama 18 bulan masa kepemimpinannya. Ia menilai pencapaian ini sebagai suatu prestasi yang signifikan. "Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita, ini prestasi yang bukan kecil, kita rendah hati, kita tidak mau menepuk dada, kita tidak mau dan kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong, itu watak bangsa kita," ungkap Prabowo saat membuka sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026).

Mandat dari Rakyat

Prabowo menekankan bahwa pemerintah menerima mandat dari rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Ia meminta semua anggota kabinet untuk tidak gentar dalam menghadapi masalah. "Kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah, jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan. Kita paham seluruh bangsa paham, bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham semua masalah kita paham," jelasnya.

Pemahaman Terhadap Masalah yang Dihadapi

Prabowo juga menyampaikan bahwa ia menemukan sejumlah persoalan yang lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya, termasuk kebocoran kekayaan negara. "Kita mengerti justru ini yang kita pilih diberi mandat untuk kita selesaikan, kita paham ada ketimpangan masyarakat kita, tapi terus terang saja saya katakan, di mana-mana, saya sendiri, sebagai presiden, sebagai yang diberi mandat bersama saudara Wapres kita disumpah. Saya sendiri tidak menduga, sesungguhnya beberapa masalah sangat di luar perkiraan kita," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa terdapat distorsi dalam perekonomian yang menyebabkan kekayaan negara mengalir keluar secara signifikan. "Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun, dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, praktik-praktik penyeludupan, hal-hal yang tidak masuk akal dan tidak adil bagi bangsa kita," katanya.

Prabowo menyatakan bahwa temuan tersebut didukung oleh data dari lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia memberikan contoh mengenai Indonesia yang merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia, namun pernah mengalami kelangkaan minyak goreng. "Ini bukan data kita, ini data lembaga internasional, ini data dari PBB, tapi seluruh bangsa sudah merasakan, semua pelaku ekonomi sudah mengerti di dalam negeri dan luar negeri. Semua tahu negara penghasil kelapa sawit tadi dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng, sesuatu yang tidak masuk di akal," ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah telah menyelesaikan banyak persoalan dalam 18 bulan terakhir dan berkomitmen untuk terus menuntaskan berbagai masalah yang ada. "Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah dan seharusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang kita selesaikan," pungkasnya.