BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 06:51 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Minggu, 17 Mei 2026 13:02 WIB

Sapi Mbah Iran, Hewan Kurban Presiden Prabowo dari Peternak Bantul

17 Mei 2026, 13:02 WIB 14x dibaca 2 menit baca yogyakarta.kompas.com yogyakarta.kompas.com
B
Bagas Prakoso 14x dibaca · 2 menit baca
Sapi Mbah Iran, Hewan Kurban Presiden Prabowo dari Peternak Bantul
yogyakarta.kompas.com

YOGYAKARTA - Sarjono, seorang peternak sapi berusia 51 tahun dari Jati Wonokromo, Bantul, Yogyakarta, merasakan kebahagiaan yang mendalam setelah sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban untuk Presiden Prabowo Subianto. Sapi berjenis Peranakan Ongole (PO) yang memiliki berat sekitar satu ton ini dikenal dengan nama Mbah Iran.

Proses pemilihan sapi tersebut dimulai ketika dokter hewan mengajukan sapi miliknya kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul. "Awalnya dari dokter hewan yang mengajukan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, langsung dimasukkan ke Jakarta," ungkap Sarjono di Yogyakarta pada hari Minggu.

Pemberitahuan dari Jakarta

Setelah mendapat kabar tersebut, Sarjono dihubungi oleh seorang utusan dari Jakarta melalui telepon pada bulan Mei. Petugas dari Dinas Pleret, Bantul, kemudian melakukan pengecekan langsung ke kandang sapi untuk memastikan kondisi Mbah Iran sebelum pengiriman. Mereka juga memberikan vitamin dan obat cacing agar sapi tetap sehat menjelang hari kurban.

"Selanjutnya dari Dinas Pleret (Bantul) survei ke sini dan memberi vitamin hewan serta obat cacing agar sapi sehat," tambahnya.

Bangga Menjadi Hewan Kurban

Menurut Sarjono, Mbah Iran adalah sapi kesayangannya yang telah dirawat selama dua tahun. Ia membeli sapi ini saat berusia sekitar tiga tahun, dan kini diperkirakan usianya sudah mencapai lima tahun. Sarjono merasa bangga karena sapi yang ia rawat dibeli untuk kurban oleh orang nomor satu di Indonesia. "Senang, karena dibutuhkan sama orang nomor satu di Indonesia, (dibeli) Rp 90 juta," ujarnya.

Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga sapi kurban di Kabupaten Ponorogo mengalami kenaikan hingga Rp 4 juta per ekor, dipicu oleh tingginya minat masyarakat untuk membeli hewan kurban.

Nama Mbah Iran sendiri berasal dari pemilik sapi sebelumnya. Sarjono menjelaskan bahwa ia membeli sapi tersebut dari seorang peternak di Kebumen, Jawa Tengah, yang juga dikenal dengan nama Mbah Iran. "Dulu belinya saya dari Mbah Iran, terus saya namakan Mbah Iran," jelasnya.

Setelah sapi tersebut terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo, Sarjono kini memberikan perawatan yang lebih khusus. Ia menjaga kebersihan sapi, memandikannya secara rutin, dan memperhatikan pakan yang diberikan. "Perawatan ya juga khusus sekarang semenjak itu dibeli sama Pak Prabowo itu," ungkapnya.

Sarjono, yang telah memelihara sapi sejak kecil, kini memiliki sekitar delapan ekor sapi di kandang dekat rumahnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sapi miliknya sebelumnya pernah dilirik untuk dijadikan hewan kurban oleh mantan Presiden Joko Widodo, namun saat itu tidak lolos karena ada syarat yang belum terpenuhi.

"Dulu pernah itu untuk Pak Jokowi yang tahun berapa itu, tapi tidak lolos karena ada syarat yang belum terpenuhi," tutupnya.