Seorang sopir truk bermuatan galon air mineral, yang dikenal dengan inisial I, telah resmi menjadi tersangka terkait kecelakaan beruntun yang terjadi di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menewaskan empat orang. Penetapan status tersangka ini disampaikan oleh Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP SL Widodo, melalui sambungan telepon pada Minggu (19/7/2026).
Widodo menegaskan bahwa tersangka I diduga telah lalai dalam mengemudikan kendaraannya, yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa. "Dia sudah ditahan di Polrestabes Medan," ujarnya. Dalam penjelasannya, Widodo juga mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari kernet truk, kendaraan tersebut mulai kehilangan kendali saat melaju di jalan menurun dekat dengan SPBU.
Kronologi Kecelakaan
Widodo menjelaskan lebih lanjut bahwa sebelum kecelakaan terjadi, truk tersebut mengalami masalah pada rem. "Sewaktu mau melewati SPBU, bantinglah ke jalur kanan untuk menghindari kendaraan yang antre beli minyak," katanya. Ketika truk menghantam kendaraan di jalur kanan, upaya untuk menghentikan truk dengan rem tangan tidak berhasil, sehingga truk meluncur lebih cepat dan menabrak kendaraan lainnya.
Saat itu, kernet melompat ke kursi belakang, sementara sopir tetap berada di tempat duduknya. Kecelakaan ini terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, dan melibatkan delapan kendaraan lainnya, termasuk dua truk cold diesel, lima minibus, dan satu sepeda motor. "Di perjalanan, truk ini mengalami rem blong," jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan.
Korban dan Penanganan
Dari insiden tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia, yaitu Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), dan Anton Simorangkir. Selain itu, delapan orang lainnya mengalami luka-luka, di mana dua di antaranya dibawa ke puskesmas terdekat, sementara enam lainnya dirawat di RSUP Adam Malik. Korban yang dirawat di rumah sakit mengalami berbagai luka, termasuk patah tulang dan pendarahan di kepala.
Rosario Dorothy Simanjuntak, Humas RSUP H Adam Malik Medan, mengungkapkan bahwa mereka merawat enam korban luka, terdiri dari empat perempuan dan dua pria. "Lima orang dalam kondisi sadar dan satu pasien anak dalam keadaan tidak sadar karena pendarahan di kepala," ungkapnya. Semua korban yang terluka sedang mendapatkan penanganan sesuai dengan tingkat kegawatdaruratan masing-masing.
Pihak rumah sakit juga telah menerima jenazah empat orang yang meninggal akibat kecelakaan tersebut dari pihak kepolisian.