BREAKING Senin, 15 Jun 2026 15:29 WIB
Berita Terkini Sabtu, 13 Jun 2026 15:42 WIB

--- Trauma Mendalam Menimpa Bocah Korban Perundungan di Jakarta Pusat ---

13 Jun 2026, 15:42 WIB 6x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
R
Reyhan Arifin 6x dibaca · 2 menit baca
---
Trauma Mendalam Menimpa Bocah Korban Perundungan di Jakarta Pusat

---
Foto: Lokasi bocah dibully hingga tersetrum tiang listrik di Taman Kramat, Jakarta Pusat. (Taufiq S/detikcom)
---TITLEEXCERPT--- Seorang bocah berusia 6 tahun yang menjadi korban perundungan di Taman Kramat, Jakarta Pusat, masih mengalami trauma dan ketakutan untuk berinteraksi dengan anak-anak lain setelah insiden yang membuatnya tidak sadarkan diri. ---CONTENT---

Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun yang dikenal dengan inisial MWP, mengalami trauma berat setelah menjadi korban perundungan di Taman Kramat, Jakarta Pusat. Insiden tersebut membuatnya sempat tidak sadarkan diri dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Saat ini, MWP masih merasa takut untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.

Ibu MWP, V (26), mengungkapkan bahwa putranya sering kali menyatakan ketakutannya setelah kejadian tersebut. MWP bahkan enggan kembali ke lokasi kejadian karena khawatir akan mengalami kekerasan yang sama. "Seperti bicara begini, 'Mama, aku tidak mau pulang ke sana, aku takut'," ungkap V saat dijumpai di Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (13/6/2026).

Kenangan Menyeramkan yang Terbayang

V menjelaskan bahwa anaknya masih mengingat dengan jelas peristiwa yang dialaminya, sehingga ia merasa takut terhadap sekelompok anak yang diduga sebagai pelaku perundungan. "‘Takut diapakan?’ 'Takut sama anak-anak, sama segerombolan itu,' katanya digebuki begitu," tambahnya. Saat ini, MWP belum kembali ke lingkungan tempat tinggalnya karena trauma yang mendalam, membuatnya enggan berinteraksi dengan anak-anak lainnya.

Perkembangan Kondisi Mental Korban

Hal senada juga diungkapkan oleh ayah korban, B (29). Ia menyatakan bahwa terlihat jelas perubahan pada anaknya dalam beberapa hari setelah kejadian. MWP sering kali menangis dan menunjukkan ketakutan saat bertemu dengan orang lain. "Takut ketemu orang. Buat ketemu orang itu memang benar-benar takut, kayak kabur, nangis. Benar-benar trauma banget," kata B.

Trauma ini berlangsung selama hampir dua hari setelah MWP sadar dari perawatan medis. Namun, B merasa bersyukur karena kondisi anaknya kini mulai membaik. "Hampir dua hari itu agak trauma. Kita sebagai orang tua sedihlah melihatnya. Kalau sekarang sih sudah alhamdulillah. Sudah bisa ketemu orang, sudah bisa ceria lagi. Sudah bisa komunikasi, sudah mau makan, nafsu makan juga sudah ada," imbuhnya.

Perlu diketahui, MWP menjadi korban perundungan oleh dua remaja saat bermain di Taman Kramat pada Minggu (7/6). Dalam kejadian tersebut, korban diangkat oleh kedua pelaku dan dibawa ke sebuah tiang listrik hingga mengalami kesetrum. Setelah sempat pergi, kedua pelaku kembali menyeret korban menjauh dari tiang listrik. Saat ini, polisi telah mengamankan dua pelaku yang masing-masing berusia 17 dan 16 tahun.

Simak juga Video 'Pramono Sorot Kasus Bullying Anak di Senen, Akan Ditindak Tegas':