Jakarta, CNN Indonesia -- Kebiasaan duduk dalam waktu lama sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang di era modern ini. Banyak pekerjaan yang mengharuskan individu untuk berlama-lama di depan layar komputer, yang dapat berkontribusi terhadap gaya hidup minim gerak.
Aktivitas duduk yang berkepanjangan sering kali dihubungkan dengan kondisi kesehatan yang buruk. Beberapa ahli bahkan menyebut kebiasaan ini sebagai 'the new smoking', menandakan bahwa duduk terlalu lama dapat berbahaya seperti merokok. Berikut adalah beberapa risiko kesehatan yang muncul akibat duduk terlalu lama.
1. Meningkatkan Risiko Kematian Akibat Kanker
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa duduk lebih dari 30 menit setiap hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLoS Medicine melibatkan lebih dari 900 ribu partisipan selama sepuluh tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap tambahan satu jam duduk dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker. Namun, peneliti juga menemukan bahwa menyelingi waktu duduk dengan aktivitas fisik dapat menurunkan risiko tersebut. "Data kami menunjukkan bahwa duduk selama lebih dari 30 menit berturut-turut sangat terkait dengan risiko kanker yang lebih tinggi," jelas penulis utama studi dari Glasgow University, Frederick Ho.
2. Meningkatkan Risiko Obesitas
Menurut Better Health, aktivitas fisik membantu tubuh dalam mencerna lemak dan gula. Jika seseorang lebih banyak duduk, proses pencernaan menjadi tidak efisien, sehingga lemak dan gula menumpuk dalam tubuh, yang dapat memicu obesitas. Penelitian menunjukkan bahwa diperlukan aktivitas fisik sedang selama 60-75 menit setiap hari untuk mengurangi dampak negatif dari duduk terlalu lama.
3. Masalah pada Punggung
Duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah pada pinggul dan punggung. Posisi duduk yang tidak baik dapat memperburuk kesehatan tulang belakang, termasuk kompresi pada cakram tulang belakang. Otot fleksor pinggul juga dapat memendek akibat duduk terlalu lama, yang meningkatkan risiko masalah sendi di area tersebut.
4. Kecemasan dan Depresi
Kurangnya aktivitas fisik berkaitan erat dengan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan. Sebuah tinjauan yang diterbitkan dalam BMC Public Health menunjukkan bahwa waktu duduk yang lama dapat meningkatkan risiko kecemasan. "Temuan dari tinjauan kami menunjukkan bahwa menghabiskan waktu lama dalam sehari dengan duduk dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan," ungkap penulis utama Megan Teychenne.
5. Penyakit Jantung
Duduk terlalu lama juga berdampak pada kesehatan jantung. Sebuah studi yang dirilis oleh The Harvard Gazette menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan pada individu yang rutin berolahraga. Risiko gagal jantung dan kematian akibat masalah kardiovaskular meningkat 40-60 persen bagi mereka yang kurang bergerak lebih dari 10,6 jam per hari. "Risiko gaya hidup sedentari tetap ada bahkan pada orang yang aktif secara fisik," kata penulis utama studi dan ahli kardiologi Ezimamaka Ajufo.
6. Diabetes
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menemukan bahwa kurang gerak dapat meningkatkan risiko diabetes. Meskipun belum sepenuhnya dipahami bagaimana duduk berlebihan memicu diabetes, para ahli sepakat bahwa hal ini berkaitan dengan gangguan metabolisme gula dan lemak. "Keduanya [metabolisme gula dan lemak] memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes dan penyakit jantung," ujar I-Min Lee dari Harvard Medical School.
7. Masalah Pembuluh Darah
Duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan varises, karena darah cenderung menumpuk di kaki. Meskipun tidak berbahaya, varises dapat berpotensi menyebabkan pembekuan darah. Selain itu, duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan trombosis vena dalam (DVT), yang merupakan kondisi serius akibat gumpalan darah di pembuluh vena kaki. Jika gumpalan tersebut terlepas, dapat mengganggu aliran darah ke bagian tubuh lain, termasuk paru-paru, yang dapat menyebabkan emboli.
Meskipun sulit untuk menghindari duduk dalam waktu lama di era modern ini, memahami bahaya yang ditimbulkan dapat membantu individu mengambil langkah-langkah pencegahan. Misalnya, meluangkan waktu untuk bergerak setelah duduk selama 30 menit dapat membantu mengurangi risiko kesehatan yang berbahaya.