BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 10:10 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Selasa, 07 Jul 2026 08:57 WIB

Wabah Salmonella Diduga Terkait Mi Instan Rasa Ayam di 14 Negara

07 Jul 2026, 08:57 WIB 83x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
T
Taufik Pranata 83x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Mi instan rasa ayam diduga menjadi pemicu wabah salmonela yang telah menginfeksi 106 orang di 14 negara di Eropa. (iStockphoto/ediebloom)
Ilustrasi. Mi instan rasa ayam diduga menjadi pemicu wabah salmonela yang telah menginfeksi 106 orang di 14 negara di Eropa. (iStockphoto/ediebloom)

Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas keamanan pangan dan kesehatan di Eropa menginformasikan adanya wabah infeksi salmonella yang telah menginfeksi sekitar 106 individu di 14 negara. Investigasi awal menunjukkan bahwa mi instan berperisa, khususnya varian rasa ayam, diduga menjadi sumber penularan penyakit ini.

Kejadian dan Dampaknya

Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) melaporkan bahwa mayoritas kasus terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Sejak wabah ini pertama kali terdeteksi pada bulan November tahun lalu, setidaknya 49 pasien telah dirawat di rumah sakit akibat infeksi tersebut. "Produk mi instan berperisa kemungkinan besar merupakan sumber wabah infeksi yang sedang berlangsung di berbagai negara, dengan bukti yang menghubungkan kasus-kasus tersebut dengan produk dari merek yang sama," ungkap EFSA dan ECDC dalam pernyataan bersama.

Informasi Tentang Salmonella

Menurut Mayo Clinic, salmonella adalah infeksi bakteri yang umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Infeksi ini sering kali terkait dengan konsumsi daging, unggas, telur, atau produk olahan yang mentah atau kurang matang, serta susu yang tidak dipasteurisasi. Gejala infeksi biasanya muncul dalam rentang waktu 6 jam hingga 6 hari setelah terpapar bakteri, dengan keluhan umum seperti diare, kram perut, demam, mual, muntah, menggigil, sakit kepala, hingga tinja berdarah.

Walaupun demikian, kedua lembaga tersebut belum mengungkapkan nama merek yang terlibat dalam kasus ini. Mereka hanya menyebutkan bahwa infeksi ini berkaitan dengan bakteri Salmonella Stanley yang terhubung dengan produsen di Ukraina. Di sisi lain, perusahaan Reeva Foods baru-baru ini mengumumkan penarikan satu batch mi instan yang dipasarkan di kawasan Baltik setelah ditemukan dugaan kontaminasi Salmonella Stanley. Produk tersebut diproduksi oleh Euro Food Service, perusahaan asal Ukraina yang memproduksi mi instan untuk Reeva Foods.

Reeva Foods menyatakan bahwa mereka telah melakukan investigasi internal, menarik produk terkait dari peredaran, serta memperketat pengujian laboratorium independen, audit regulasi, pemantauan lingkungan produksi, dan langkah pencegahan lainnya. "Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami," ujar Reeva Foods dalam pernyataannya.

Otoritas setempat melaporkan bahwa kasus infeksi telah terjadi di Austria, Inggris, Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Jerman, Hungaria, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Polandia, dan Swedia. Bukti mikrobiologi menunjukkan bahwa strain wabah yang terdeteksi di Jerman dan Lithuania berkaitan dengan produk mi instan rasa ayam dan rasa ayam pedas. Namun, pihak otoritas menekankan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan sumber pasti dari kontaminasi ini.