BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 06:51 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Sabtu, 16 Mei 2026 19:03 WIB

Waspada Terhadap Serang Virus: Hantavirus Lokal di Indonesia

16 Mei 2026, 19:03 WIB 19x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
G
Galih Lingga Pradipta 19x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. 'Serang Virus' dikenal sebagai Hantavirus lokal yang ditemukan di Serang, Banten. (iStockphoto)
Ilustrasi. 'Serang Virus' dikenal sebagai Hantavirus lokal yang ditemukan di Serang, Banten. (iStockphoto)

Jakarta, perhatian masyarakat meningkat terkait dengan Serang Virus, jenis Hantavirus lokal yang pernah teridentifikasi di Indonesia, di tengah isu Hantavirus yang muncul dari kapal pesiar MV Hondius. Serang Virus pertama kali ditemukan pada tikus rumah Asia (Rattus tanezumi) di Desa Argawana, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten.

Penemuan ini tercatat dalam penelitian yang dilakukan oleh Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada tahun 2012 dan dibahas lebih lanjut dalam jurnal Viruses pada tahun 2019 yang berjudul "A Review of Hantavirus Research in Indonesia: Prevalence in Humans and Rodents, and the Discovery of Serang Virus." Meskipun demikian, Kemenkes menegaskan bahwa Serang Virus sejauh ini hanya ditemukan pada tikus dan belum ada laporan mengenai infeksi pada manusia di Indonesia.

Pentingnya Pemantauan dan Penelitian

Pelaksana tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa Hantavirus memiliki banyak variasi, namun tidak semua strain dapat menular ke manusia. "Jadi virus ini, Hantavirus ini memiliki 50 strain, dari Orthohantavirus ini dan di antaranya 24 strain yang dapat menginfeksi manusia. Untuk Serang Virus sendiri, sejauh ini hanya menginfeksi tikus dan belum terjadi penularan dari tikus ke manusia di Indonesia," ungkap Andi dalam konferensi pers mengenai Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta.

Penelitian mengenai Hantavirus di Indonesia telah berlangsung selama beberapa dekade, baik pada manusia maupun hewan pengerat. Dalam jurnal Viruses, tercatat bahwa tanda paparan Hantavirus di Indonesia berkisar antara 0-34 persen pada hewan pengerat dan 0-13 persen pada manusia. Andi menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan surveilans untuk mendeteksi kemungkinan kasus Hantavirus di Tanah Air, salah satunya melalui rumah sakit sentinel yang berfungsi sebagai fasilitas pemantauan khusus.

Langkah Pencegahan yang Diperlukan

Walaupun belum ada penularan Serang Virus ke manusia, Andi mengingatkan pentingnya langkah pencegahan, terutama dengan menghindari kontak langsung dengan tikus atau celurut, serta kotoran dan sekresinya. "Pencegahan yang sama untuk seluruh penyakit Hantavirus ini penting, pertama bahwa menghindari kontak langsung dengan reservoir, dalam hal ini tikus atau celurut, termasuk kotorannya. Apabila kontak tidak dapat dihindari, dapat menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sepatu bot," jelasnya.

Pemakaian masker juga sangat dianjurkan saat beraktivitas di area yang berisiko, di mana kemungkinan terdapat kotoran tikus yang mengering dan dapat terhirup. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan area penyimpanan hasil panen, serta mengurangi keberadaan tikus di sekitar rumah dan tempat kerja.

Andi juga mengingatkan agar bangkai tikus tidak dibuang sembarangan, terutama di daerah pertanian atau wilayah dengan populasi tikus yang tinggi. "Tidak dibuang di tengah jalan, atau di sungai, atau dibiarkan begitu. Ada baiknya tikus tersebut juga dimasukkan ke kubur, kemudian ditutup dengan rapat. Itu pasti akan sangat aman," tutup Andi.