Jakarta, CNN Indonesia -- Tawon sering kali dianggap sebagai serangga biasa yang hanya menimbulkan rasa sakit saat menyengat. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Vespa affinis, atau yang lebih dikenal sebagai tawon ndas. Serangga ini memiliki potensi bahaya yang serius, bahkan dapat menyebabkan kematian dalam situasi tertentu.
Tawon Vespa affinis memiliki panjang tubuh sekitar tiga sentimeter, dengan warna dominan hitam dan belang kuning atau oranye di bagian perut. Spesies ini banyak ditemukan di kawasan Asia subtropis, termasuk negara-negara seperti Hong Kong, Taiwan, Sri Lanka, Thailand, dan Indonesia.
Risiko Serangan Berkelompok
Menurut informasi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, bahaya utama dari tawon ini tidak hanya terletak pada sengatannya, tetapi juga pada pola serangannya. Saat menyengat, tawon akan mengeluarkan feromon, yaitu senyawa kimia yang berfungsi sebagai 'alarm' bagi koloni lainnya. Akibatnya, satu sengatan dapat memicu serangan berkelompok dalam waktu yang singkat. Tawon-tawon lain akan datang dan ikut menyerang, terutama jika sarangnya terganggu atau merasa terancam.
Rosichon Ubaidillah, seorang peneliti biologi dari LIPI, menjelaskan bahwa risiko dapat menjadi fatal dan meningkat jika jumlah sengatan banyak atau jika korban memiliki sensitivitas terhadap racun tawon. "Apabila sengatan cukup banyak dan orangnya sensitif atau alergi dengan racun (venom) sengat, tidak akan lama bertahan hidup," ujarnya.
Dampak Sengatan dan Penanganannya
Dalam jumlah kecil, sengatan dari satu atau dua ekor tawon umumnya hanya menimbulkan reaksi ringan seperti nyeri dan bengkak. Kondisi ini biasanya dapat diatasi dengan kompres es atau obat antihistamin. Namun, situasi dapat berubah drastis jika sengatan terjadi dalam jumlah besar atau tidak segera ditangani. Racun yang masuk ke tubuh akan meningkat dosisnya dan memicu reaksi yang lebih serius.
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang dapat menyerang seluruh tubuh. Kondisi ini dapat berkembang dengan cepat dan mengancam nyawa. Selain reaksi alergi, sengatan tawon vespa dalam jumlah besar juga dapat merusak organ vital. Dua komplikasi yang sering muncul adalah:
- edema paru akut: penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan sesak napas
- gagal ginjal akut: penurunan fungsi ginjal secara drastis
Kondisi ini dapat berkembang dalam hitungan hari setelah sengatan dan berpotensi berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.