PROBOLINGGO – Pada Sabtu, 27 Juni 2026, ribuan warga berkumpul di depan kantor DPRD Kota Probolinggo untuk menggelar aksi damai yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koordinator lapangan aksi, Eko Hardianto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan suara tulus dari para relawan yang ingin memastikan keberlangsungan program MBG.
Eko menegaskan bahwa aksi tersebut tidak memiliki latar belakang kepentingan politik. “Banyak sektor ekonomi yang diuntungkan dengan adanya program MBG. Kami tidak ingin karena hal-hal yang sebenarnya tidak harus terjadi, berimbas terhadap keberlangsungan para relawan yang sampai saat ini mendedikasikan dirinya untuk mendukung terlaksananya program MBG,” ujarnya.
Polemik dan Harapan untuk MBG
Dia juga berharap agar perdebatan mengenai pelaksanaan program tidak berujung pada penghentian MBG. Eko menyatakan bahwa jika ada masalah hukum atau dugaan penyimpangan oleh pihak tertentu, seharusnya yang ditindak adalah individu yang bertanggung jawab, bukan programnya. “Ini murni aksi dari para relawan. Jangan sampai karena imbas adanya korupsi di atas, yang menjadi korban justru masyarakat di bawah. Banyak relawan dan tenaga kerja yang menggantungkan pekerjaan dari program ini. Kalau sampai MBG dihentikan, akan banyak yang menganggur,” tambah Eko.
Dukungan dari Wali Kota Probolinggo
Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, juga hadir untuk menemui para peserta aksi dan mendengarkan aspirasi mereka. Ia menjelaskan bahwa MBG merupakan bagian dari visi dan misi Presiden yang harus dilaksanakan oleh pemerintah selama program tersebut masih menjadi kebijakan nasional. “Program ini bukan persoalan setuju atau tidak setuju di tingkat daerah. MBG adalah komitmen pemerintah pusat dan harus dijalankan sesuai ketentuan,” jelas Aminuddin.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo akan terus mengawal agar program ini berjalan sesuai dengan visi dan misi Presiden RI. Aminuddin juga mengapresiasi aksi damai tersebut dan menyebutkan bahwa dampak MBG terhadap ekonomi daerah sangat signifikan. “Dampak adanya MBG ini, perputaran ekonomi di Kota Probolinggo dalam setahun diperkirakan Rp 2 triliun,” pungkasnya.