BREAKING Rabu, 27 Mei 2026 01:06 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Minggu, 17 Mei 2026 10:02 WIB

Bentrokan Berdarah di Kafe Palembang, Seorang Prajurit TNI Tewas Ditembak

17 Mei 2026, 10:02 WIB 7x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
A
Almira Rara Susanti 7x dibaca · 2 menit baca
Bentrokan Berdarah di Kafe Palembang, Seorang Prajurit TNI Tewas Ditembak
regional.kompas.com

PALEMBANG - Manajemen Kafe, Resto, Bar and Live Music Panhead Palembang angkat bicara setelah terjadinya bentrokan yang berujung pada penembakan di lokasi usaha mereka pada Sabtu (16/5/2026) dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan seorang prajurit TNI berusia 23 tahun, Pratu F, kehilangan nyawanya diduga akibat tembakan dari rekannya sendiri. Pihak manajemen menyatakan menghormati proses hukum yang saat ini ditangani oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom).

Kekhawatiran Nasib Karyawan

Di sisi lain, manajemen Kafe Panhead juga mengungkapkan keprihatinan mengenai nasib karyawan mereka setelah area usaha dipasang garis polisi. Kuasa hukum Panhead, Redho Junaidi SH MH, menyampaikan bahwa mereka tidak ingin berspekulasi mengenai rincian kejadian tersebut. "Pastinya kami dari manajemen mengucapkan turut berbela sungkawa. Namun untuk kronologis yang lebih detail, pihak Denpom yang bisa menjelaskan secara prosedural," ujar Redho saat dihubungi.

Redho menambahkan bahwa manajemen kafe akan bersikap kooperatif dalam proses hukum yang sedang berlangsung dan siap memberikan keterangan yang diperlukan oleh penyidik. "Apapun proses hukumnya, kami hormati dan kami kedepankan proses hukum yang berjalan," tegasnya.

Evaluasi Keamanan Pasca Insiden

Redho juga mengungkapkan bahwa manajemen Panhead akan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan pengunjung setelah insiden tersebut. Salah satu langkah yang akan diambil adalah meningkatkan pemeriksaan di pintu masuk. "Alat-alat pengamanan untuk masuk ke dalam Panhead pastinya akan difungsikan lebih maksimal. Ke depan, pemeriksaan pengunjung akan dilakukan berlapis untuk mencegah masuknya barang berbahaya, termasuk senjata api," jelas Redho.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, dan diduga berawal dari keributan yang terjadi akibat senggolan saat berjoget, yang kemudian berujung pada cekcok antar-oknum anggota TNI. Korban sempat mendapatkan perawatan di RS Permata Palembang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan telah diamankan dan kasus ini masih dalam penyelidikan. "Kita tunggu sore nanti, masih dalam pemeriksaan. Pelaku sudah diamankan," ungkapnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Manajemen Panhead menyatakan akan terus menghormati proses hukum sambil menunggu perkembangan dari pihak berwenang.